Riset Karya Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI Dapat Validasi dari Leiden University

WhatsApp Image 2026 02 18 at 15.27.09 1536x1152 1
Hasil riset karya Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. memperoleh validasi dari Leiden University, (Foto: Museum Pendidikan Nasional UPI).

ZONALITERASI.ID – Hasil riset karya Kepala Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. memperoleh validasi dari Leiden University.

Validasi tersebut diberikan melalui diskusi ilmiah yang digelar di Leiden University, Belanda, beberapa waktu lalu. Diskusi ilmiah melibatkan peneliti dan pakar sejarah dari Leiden University, Coen van `t Veer.

“Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi penelitian Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam bidang sejarah kolonial,” demikian keterangan yang disampaikan Museum Pendidikan Nasional UPI, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam diskusi ilmiah, peneliti dan pakar sejarah dari Leiden University, Coen van `t Veer, mengatakan, hasil riset yang dipresentasikan adalah sebuah inovasi film dokumenter yang dikolaborasikan dengan teknologi AI.

Riset ini menceritakan tentang tokoh sejarah dari istri Dominique Willem Berretty yaitu Coquita dan Bupati Zaman Kolonial P.A.A. Djajadiningrat.

“Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas tokoh sejarah pers zaman Hindia Belanda. Hasil penelitian berupa film documenter yang disajikan dengan teknologi AI sangat bagus dan inovatif,” ungkap Coen van `t Veer.

Peluang Kerja Sama

Kata Coen van `t Veer, Leiden University menilai bahwa riset karya Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar, membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk kolaborasi penelitian, publikasi bersama, hingga pengembangan program pertukaran akademik antara kedua institusi.

Merespons pernyataan itu, Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar, mengatakan, pengakuan dari Leiden University bukan hanya menjadi apresiasi personal, tetapi juga membawa nama baik institusi dan mempertegas peran Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai pusat kajian dan edukasi sejarah yang aktif dalam percakapan akademik internasional.

“Momentum ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam memperkuat jejaring internasional serta menghadirkan narasi sejarah yang lebih berimbang, ilmiah, dan berorientasi pada dialog masa depan,” ucapnya. (des)***