Tim Formatur Seleksi Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Tiga Kompetensi Utama

IMG 20250522 WA0014 1
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Sarana Prasarana dan Jaringan Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Selasa, 20 Mei 2025. (Foto: Kemensos).

ZONALITERASI.ID – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan, Tim Formatur Sekolah Rakyat mulai melakukan seleksi wawancara terhadap 190 calon kepala sekolah dari sekitar 600 pendaftar awal yang dinyatakan lolos tahap administrasi.

“Wawancara dimulai pada Rabu pekan ini dan dilaksanakan secara daring untuk menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dari 190-an peserta, akan kita ambil 60-an kepala sekolah. Ini tahap penting karena mereka akan menjadi ujung tombak Sekolah Rakyat,” kata Nuh, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Mei 2025.

Sebagai informasi, Tim Formatur Sekolah Rakyat dibentuk dalam rangka perencanaan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia pun meminta Nuh menjadi ketua tim ini lantaran memiliki legitimasi dan kapasitas dalam mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) itu menuturkan, para calon kepala sekolah yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan dan magang di sekolah-sekolah yang mewakili karakteristik Sekolah Rakyat. Setelah itu, mereka juga akan dilibatkan dalam pelatihan calon guru.

Selain syarat minimal pendidikan sarjana, lanjut Nuh, tiga kompetensi utama harus dimiliki oleh calon kepala sekolah. Pertama adalah empati sosial yang tinggi, mengingat siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak dengan latar belakang khusus.

“Kepala sekolah harus punya empati sosial dominan. Tapi itu saja tidak cukup,” katanya.

Kompetensi kedua, lanjut Nuh, adalah kemampuan menjadi motivator ulung yang dapat membangkitkan semangat dan kepercayaan diri siswa.

“Mereka harus bisa membangkitkan self-confidence, membangkitkan semangat juangnya. Jadi petarung,” katanya.

Sementara untuk kompetensi ketiga adalah wawasan luas yang memungkinkan kepala sekolah dan guru memberikan bimbingan menyeluruh kepada siswa, agar mereka tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga bekal untuk sukses.

Nuh menambahkan, proses seleksi melibatkan diskusi bersama para menteri untuk menetapkan nama-nama terpilih yang memenuhi standar.

Setelah kepala sekolah, perekrutan akan dilanjutkan untuk wali asrama, wali asuh, dan guru. Sama seperti kepala sekolah, seluruhnya harus mengikuti masa pelatihan.

“Insya Allah pertengahan Juli, Sekolah Rakyat sudah mulai berjalan,” pungkasnya. ***