Tips untuk Mahasiswa Baru, 5 Cara Mengatasi Culture Shock Dunia Kuliah

Ilustrasi oleh liputan 6 com 1
Culture shock atau gegar budaya wajar dan pasti dialami mahasiswa baru ketika awal-awal masuk kampus atau ikut kuliah, (Ilustrasi: Liputan6.com).

ZONALITERASI.ID – Culture shock atau gegar budaya merupakan perasaan terkejut, bingung, kadang cemas yang dirasakan seseorang ketika baru berada dalam lingkungan atau budaya berbeda. Perasaan ini wajar dan pasti dialami mahasiswa baru ketika awal-awal masuk kampus atau ikut kuliah.

“Semua mahasiswa baru mengalami yang namanya culture shock. Hanya saja setiap mahasiswa memiliki taraf kekagetan yang berbeda-beda,” kata Dosen Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Siti Jaroah, dikutip dari laman unesa.ac.id, Senin, 21 Agustus 2023.

Menurut Siti, ada beberapa culture shock yang akan dialami mahasiswa baru. Mulai dari makanan, pergaulan, cara berpakaian, lingkungan, bahkan semua hal di sekitar.

Siti membagikan beberapa kiat yang bisa dilakukan mahasiswa baru agar tidak berlarut-larut dalam culture shock.

Berikut ini cara mengatasi culture shock pada mahasiswa baru:

5 Cara Mengatasi Culture Shock Dunia Kuliah

1. Berpikiran terbuka

Mahasisa baru harus berpikiran terbuka untuk mempelajari hal baru dan lingkungan baru serta berdamai dengan keadaan itu. Mindset ini bisa meringankan beban mental ketika mahasiswa baru menghadapi kondisi yang bisa saja sebagiannya tidak sesuai harapan.

“Mahasiswa baru harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Karena dengan bersikap open minded, seseorang akan siap dan lebih mudah mempelajari lingkungan dan hal-hal baru,” kata Siti.

2. Setop membanding-bandingkan

Jangan membandingkan terlalu jauh antara lingkungan baru dengan lingkungan asal. Sikap ini cenderung membuat mahasiswa baru protes dengan lingkungan baru dan lama-kelamaan berpotensi menarik diri dari lingkungan atau berdiam diri di kos atau kontrakan.

3. Cepat bersosialisasi

Ini penting dilakukan sehingga mahasiswa baru bisa cepat masuk dalam lingkungan pertemanan baru dan beradaptasi di masa-masa awal kuliah. Sosialisasi bisa dimulai dari mengenali sesama mahasiswa baru dari kampus atau daerahnya, bisa juga dengan maba sesama fakultas atau prodi. Banyak cerita yang bisa dijadikan bahan diskusi atau obrolan sesama mahasiswa baru. Ini bisa digunakan sebagai bahan sosialisasi dan strategi adaptasi awal.

4. Ikut kegiatan positif

Mahasiswa baru harus ambil bagian dalam kegiatan positif. Hal ini memudahkan sosialisasi dan menambah pertemanan di kampus. Ini juga bisa cepat menambah kenalan dan teman-teman sesama kampus.

5. Eksplorasi kampus

Untuk mengatasi culture shock juga bisa dilakukan dengan eksplorasi wilayah kampus dan sekitarnya. Mahasiswa baru yang suka minum kopi misalnya bisa nongki-nongki di warung kopi yang ada di sekitaran kampus dengan sesama teman mahasiswa baru. Atau menjelajah tempat diskusi, taman baca atau tempat makan enak, sehat, dan ramah kantong di sekitar kampus.

Siti menambahkan, tips paling penting bagi mahasiswa baru yaitu harus memiliki tujuan ketika masuk kampus. Baiknya, tujuan itu disederhanakan dalam bentuk target-target, misalnya target kuliah, pencapaian IPK, belajar dan sebagainya.

“Ketika mempunyai tujuan, mahasiswa baru cenderung memiliki visi ke depan. Apabila lingkungan yang tidak sesuai harapan, mahasiwa baru teringatkan dengan tujuan yang harus dicapai, sehingga ada kecenderungan menjadikan kondisi itu sebagai tantangan yang harus dilewati. Mahasiswa baru yang mempunyai tujuan dan visi kuat plus tekad, tidak gampang tergoyah oleh tantangan,” pungkasnya. (haf)***

 

Respon (30)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *