ITB Luncurkan Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan

4 3 7 ITB 1200x675 1
“Dialog, Apresiasi, serta Penguatan Kemitraan ITB dan Media”, di Lounge 84 Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Selasa, 3 Maret 2026, (Foto: Dok. ITB).

ZONALITERASI.ID Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan tiga beasiswa pascasarjana khusus bagi wartawan.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi jurnalis, terutama di bidang bisnis dan manajemen, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi insan media.

“Program ini kami rancang sebagai upaya peningkatan kapasitas jurnalis secara multidisiplin,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, saat “Dialog, Apresiasi, serta Penguatan Kemitraan ITB dan Media”, di Lounge 84 Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Selasa, 3 Maret 2026.

“Lebih dari sekadar menempuh studi, penerima beasiswa juga diharapkan berkontribusi dalam penulisan studi kasus, buku, maupun produk jurnalistik berbasis pengetahuan. Dengan demikian, proses akademik dapat terhubung langsung dengan praktik jurnalistik di lapangan,” sambungnya.

Nurlaela menyebutkan, beasiswa ini terbuka bagi wartawan berusia maksimal 45 tahun, memiliki prestasi akademik yang baik, serta bersedia menyelesaikan studi maksimal 18 bulan sesuai standar akademik ITB.

Adapun untuk tahapan seleksi meliputi administrasi, seleksi akademik, hingga wawancara dan diskusi kelompok terarah (FGD).

“Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya jurnalis dengan perspektif yang lebih komprehensif, analitis, dan berbasis data, terutama dalam meliput isu ekonomi, bisnis, inovasi, serta kebijakan publik,” tuturnya.

Nurlaela menambahkan, perguruan tinggi tidak dapat berdiri sendiri dalam menyampaikan capaian riset, inovasi, maupun kontribusi sosial tanpa dukungan media yang profesional dan berintegritas.

“Melalui peluncuran beasiswa dan penguatan kolaborasi ini, ITB berharap hubungan kampus dan media berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang. Tidak hanya sebatas pemberitaan seremonial, tetapi kolaborasi yang mampu memperluas dampak tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat, industri, dan pemerintah,” ucapnya.

Peluncuran ITB TV

Pada kesempatan sama Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, mengatakan, kampus harus adaptif terhadap perkembangan lanskap komunikasi digital.

“ITB perlu memperkuat reputasi global melalui kehadiran di media digital dalam konteks nasional dan internasional,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, ITB tengah menyiapkan peluncuran ITB TV. Kanal ini dirancang menjadi wadah resmi bagi para pakar ITB untuk menyampaikan pandangan ilmiah, analisis saintifik, hingga respons terhadap isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat.

Tak hanya itu, ITB TV juga akan menyajikan analisis prospektif dan foresight terkait dinamika masa depan, sejalan dengan kepakaran ITB di bidang Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Melalui kanal ini, ITB ingin memperkuat positioning sebagai rujukan keilmuan yang kredibel, berbasis riset, serta relevan dengan kebutuhan zaman.

“Langkah ini begitu penting di tengah derasnya arus informasi digital yang menuntut kehadiran sumber pengetahuan yang akurat dan terpercaya,” tegas Rikrik. (des)***