PkM Prodi Perpustakaan UPI di Winduraja, Ada Workshop Biblioterapi Level 1 bagi Relawan Gada Membaca

WhatsApp Image 2026 04 25 at 15.54.18 scaled
PkM Kepakaran Bidang Ilmu Biblioterapi, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, FIP UPI, menyelenggarakan Workshop Biblioterapi Level 1 di Komunitas Gada Membaca, Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, (Foto: Komunitas Gada Membaca).

ZONALITERASI.ID Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kepakaran Bidang Ilmu Biblioterapi, Program Studi (Prodi) Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan Workshop Biblioterapi Level 1 bagi pegiat literasi.

Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang relawan Komunitas Gada Membaca dan 10 orang pegiat literasi dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Jawa Barat.

Adapun biaya untuk program ini berasal dari Dana Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Anggaran 2026 Dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 534/UN40/PT.01.01/2026.

Penyelenggaraan PkM, diawali sosialisasi Biblioterapi melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan pada awal April 2026.

Selanjutnya, untuk pelaksanaan workshop  berlangsung di lantai 2 Komunitas Gada Membaca, Jalan Ciamis–Cirebon, Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Workshop dipandu langsung oleh Hj. Susanti Agustina, Ph.D. (Bunda Susan), yang berkantor di Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia, Gedung FIP UPI Lt. 9, Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung.

Bunda Susan menjelaskan, biblioterapi adalah penggunaan bahan bacaan (fiksi dan nonfiksi) untuk membantu individu memahami, menghadapi, serta mengatasi masalah psikologis, emosional, dan sosial.

Dia menjelaskan, tujuan Workshop Biblioterapi Level 1 adalah untuk memahami dasar-dasar biblioterapi, memetakan kebutuhan literasi berdasarkan usia, serta mengembangkan program biblioterapi kontekstual.

Materi pada workshop ini meliputi definisi dan manfaat biblioterapi, jenis biblioterapi (preventif, kuratif/intervensi, dan rehabilitasi), psikologi perkembangan (anak, remaja, dewasa, lansia), emosi, trauma, dan pengembangan diri, sejarah biblioterapi, prinsip etika, serta peran fasilitator.

“Manfaat biblioterapi secara psikologis adalah mengurangi kecemasan; secara emosional membantu regulasi emosi; secara sosial meningkatkan empati; secara edukatif mendorong refleksi diri; serta secara spiritual membantu menemukan makna hidup,” ujarnya.

Bunda Susan menambahkan, tahapan biblioterapi meliputi identifikasi masalah, katarsis (pelepasan emosi), dan insight (pemahaman baru). Kebutuhan berdasarkan usia meliputi: anak-anak membutuhkan rasa aman dan ekspresi emosi; remaja membutuhkan pencarian identitas dan dukungan sosial; dewasa membutuhkan manajemen stres dan refleksi; serta lansia membutuhkan makna hidup dan penerimaan,” sambung Bunda Susan.

“Biblioterapi adalah metode yang efektif untuk pengembangan diri dan penyembuhan melalui bacaan, yang harus disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan konteks individu,” pungkasnya.

Praktik Biblioterapi

Dalam kegiatan ini, peserta juga melakukan praktik biblioterapi, mulai dari pemilihan buku yang relevan dengan kondisi pembaca, dilanjutkan dengan tahapan membaca: pre-reading (eksplorasi emosi), during-reading (identifikasi cerita), dan post-reading (refleksi).

Di akhir kegiatan, peserta diminta menentukan setting (sekolah/rumah sakit/perpustakaan), mengidentifikasi masalah klien, memilih buku (fiksi dan nonfiksi), menyusun alur sesi, serta mempresentasikan hasil kurasi buku.

Peserta workshop Biblioterapi, Risa Muliya (orang tua siswa), merasakan manfaat setelah mengikuti workshop Biblioterapi level 1 yaitu muhasabah diri dan hidup kita ternyata tidak sendiri.

Peserta lainnya, Ires Resmawati, guru MI Winduraja, merasa bersyukur telah mengikuti kegiatan workshop. Dia mengungkapkan, ternyata, lewat membaca buku dapat menyelesaikan masalah siswa dalam proses belajar mengajar lewat Biblioterapi.

Setelah workshop selesai, diresmikan Pojok Biblioterapi Komunitas Gada Membaca, binaan Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, FIP UPI. (Gusmun, relawan Komunitas Gada Membaca)***