Viko Nur Faisal, Warga Rancah Ciamis Pilih Jalan Kaki ke Tanah Suci

pria di rancah ciamis aksi jalan kaki ke makkah 1748571231222 169
Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, 29 Mei 2025. Pada momen itu, ratusan warga melepas keberangkatan, Viko Nur Faisal (40), ke Tanah Suci Mekah, (Foto: Dok. Pemdes Rancah).

ZONALITERASI.ID Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, 29 Mei 2025. Pada momen itu, ratusan warga melepas keberangkatan, Viko Nur Faisal (40), ke Tanah Suci Mekah.

Ya, momen ini terasa berbeda. Berbeda dengan keberangkatan jemaah haji/umroh ke Tanah Suci yang biasa menggunakan moda pesawat terbang, Viko akan menempuh perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki.

Beberapa hadirin terlihat menyalami dan memeluk erat warga Dusun Karanganyar, Desa Rancah ini. Viko yang mengenakan jaket, berpeci hitam, dan menenteng ransel besar di punggungnya ini, tak kuasa menahan rasa haru. Dia terlihat terisak-isak menyambut ucapan selamat jalan dari warga.

Kamera ponsel pun merekam momen spesial ini, lalu mempostingnya ke media sosial. Dan, dalam sekejap, nama Viko menjadi perbincangan karena momen ini menjadi viral.

Dalam video yang diunggah salah satu akun, seseorang mendoakan Viko selamat sampai tujuan. Akun lainnya memberikan keterangan dalam bahasa Sunda, “Wilujeng angkat ka rumah Allah a Viko,,, mugia simt di jalannya janten haji nu mabrur….#fyp ke Mekah Jalan kaki#Rancah (selamat berangkat ke rumah Allah a Viko, semoga selamat di jalannya jadi haji mabrur ke Mekah jalan kaki).

Kepala Desa (Kades) Rancah, Dedi Hidayat, membenarkan pria yang ada di video viral itu merupakan warganya dan berniat menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki. Keberangkatannya dilakukan dengan cara seremonial oleh pemerintah setempat hingga tokoh di Rancah.

“Ya benar, warga kami namanya Viko Nur Faisal (40) warga Dusun Karanganyar. Dilepas di halaman kantor desa, hadir Kesra, BPD, MUI, anggota DPRD dan masyarakat,” ujar Dedi, dikutip dari detikJabar.

Dedi mengungkapkan, Viko sudah berencana berangkat ke Mekah sejak 4 tahun ke belakang. Dia kerap datang ke Kantor Desa Rancah untuk berkonsultasi membicarakan aksinya tersebut.

“Kami pemerintah desa kalau ada masyarakat ada niat untuk ziarah difasilitasi. Tapi kami pun beberapa kali mengingatkan memberi saran dan masukan, perjalanannya beda dengan naik pesawat,” ujar Dedi.

Pesan dari Kades untuk Viko

Dedi menuturkan, sebelumnya dia sudah mengingatkan Viko untuk menempuh aturan dan regulasi yang ada, termasuk mendatangi Pemkab Ciamis melalui Bagian Kesra Setda Ciamis, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Ciamis, hingga Disbudpora Ciamis.

“Sebelum berangkat Viko melakukan persiapan selama 4 tahun, mengkaji, berkonsultasi dengan orang yang pernah melakukan aksi ini, dengan ulama, kasepuhan Rancah, termasuk terkait aturan imigrasi, paspor dan visa. Setiap negara yang disinggahi perizinannya, kemarin dari Polsek dan Kodim juga,” terangnya.

Dedi menuturkan, sempat mendengar curhatan Viko yang mengungkapkan ada niatan untuk melakukan perjalanan ke Mekah. Namun, Dedi mengingatkan agar Viko meniatkan perjalanan ke Tanah Suci ini sebagai ibadah.

“Perjalanannya estimasi sekitar 9 bulan, untuk haji tahun 2026,” jelasnya.

Pegawai Bagian Kesra Setda Ciamis, Anwar, yang turut hadir saat keberangkatan Viko ke Mekah, membenarkan bahwa Viko sempat meminta rekomendasi dari Kesra untuk melakukan perjalanan ini.

Anwar menyebutkan, berdasar cerita Viko, perjalanan ke Tanah Suci ini dimulai dari Rancah dengan berjalan kaki menuju Sumatera, kemudian dari Sumatera menuju Singapura. Selanjutnya, dari Singapura menempuh jalan darat menuju Oman.

“Menurut pengakuan bersangkutan sudah observasi, dan persiapan, karena ada dua orang yang pernah melakukannya,” tuturnya

Kemenag Ciamis tak Larang Perjalanan Viko

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ciamis, Nana Supriatna, menuturkan, Kemenag Ciamis secara resmi tidak ada kaitan dengan yang bersangkutan. Domain Kemenag itu mengurus haji sesuai dengan standar operasional.

“Pendaftaran dengan setoran awal ke bank Rp 25 juta, dapat kursi kemudian waiting list atau masa tunggu. Setelah itu, jatuhnya pas pelunasan ya melunasi. Selanjutnya urus dokumen paspor, bisa terbit. Pemanggilan ke asrama pada tahun tertentu sesuai jadwal,” tuturnya.

Nana pun membenarkan didatangi yang bersangkutan, dengan membawa surat dari Desa Rancah yang ditandatangani berbagai tokoh. Saat itu, Viko menyatakan akan pergi ke luar negeri ke Arab Saudi.

“Ibadah itu sifatnya pribadi, tidak ada larangan. Mendoakan kepada semua orang pun kami mendoakan,” imbuhnya. (des)***