Disdik Jabar Punya Aplikasi SPMB 2026, Sistem Seleksi Siswa Baru pun tak Ribet lagi

attachment 1778226585019
Kepala Disdik Jabar, Purwanto, (Foto: Disdik Jabar).

ZONALITERASI.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar dapat terdata melalui aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Aplikasi ini mempermudah sistem pendataan lulusan SMP/MTs yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK/MA.

Berdasarkan data Disdik Jabar, terdapat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs di Jabar yang akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah.

“Seluruh siswa SMP dan MTs di Provinsi Jawa Barat harus mengisi aplikasi ini. Melalui aplikasi tersebut, siswa akan terdata untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, MA maupun jenjang pendidikan lainnya,” kata Kepala Disdik Jabar, Purwanto, dilansir dari keterangan yang disampaikan Disdik Jabar, Rabu, 12 Mei 2026.

Purwanto mengungkapkan, uji coba aplikasi SPMB Tahun 2026 dilakukan secara luring dan daring dari Command Center Tikomdik Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Hasil uji coba tahap pertama akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem sebelum digunakan secara luas pada pelaksanaan SPMB mendatang.

Karena itu, Purwanto meminta seluruh peserta uji coba aktif memberikan masukan, termasuk terkait kendala teknis yang ditemukan selama proses simulasi berlangsung.

“Ketelitian, keseriusan, serta partisipasi aktif sangat kami harapkan. Semua ini demi kebaikan anak-anak kita dan kemajuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Mudah, Tertata, dan Tepat Sasaran

Purwanto mengatakan, pihaknya berupaya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang mudah, tertata, dan tepat sasaran bagi calon murid di Jabar.

Melalui aplikasi SPMB Tahun 2026 pihaknya berupaya menghadirkan aplikasi yang mudah dipahami, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau ternyata masih sulit digunakan, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Purwanto menambahkan, uji coba aplikasi SPMB 2026 tahap pertama dilakukan secara terbatas dengan melibatkan perwakilan dari kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Uji coba dilakukan secara terbatas. Peserta uji coba dari setiap kabupaten/kota hanya terdiri dari 1–2 orang per sekolah, baik dari SMP maupun MTs,” jelasnya.

“Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan aplikasi mudah dipahami dan mudah digunakan oleh masyarakat maupun satuan pendidikan saat pelaksanaan SPMB berlangsung nanti,” pungkas Purwanto. (des)***