ZONALITERASI.ID – Upaya memperkuat kualitas pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui Pertemuan Refleksi dan Perencanaan Daerah Mitra INOVASI yang diselenggarakan di Cirebon. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten, bersama lembaga pendidikan tinggi, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, serta media.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk merefleksikan capaian dan merumuskan langkah ke depan dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdampak langsung pada pembelajaran murid. Diskusi menyoroti sejumlah isu prioritas, di antaranya penguatan literasi dan numerasi, perluasan pendidikan inklusi, implementasi pendekatan Madrasah Penuh Cinta (KBC), serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran.
Perwakilan dari pemerintah pusat dan provinsi menegaskan bahwa peran guru dan tenaga kependidikan sangat krusial dalam mendorong transformasi pendidikan. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid, sehingga tidak hanya meningkatkan capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi abad ke-21.

Sementara itu, pemerintah daerah dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Sumedang menyampaikan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pendidikan melalui perencanaan yang terintegrasi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan sinergi antara pendidikan umum dan madrasah. Kolaborasi antara dinas pendidikan, kementerian agama, dan perangkat daerah lainnya dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas.
Pendekatan pendidikan inklusif juga menjadi perhatian penting dalam forum ini. Seluruh pemangku kepentingan didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan dapat mengakomodasi kebutuhan semua murid, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, antara lain unit kementerian di tingkat provinsi, pimpinan lembaga pendidikan tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, komunitas dan mitra non-pemerintah, serta media.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk langkah nyata dan berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga adil dan inklusif, sehingga mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan kesejahteraan murid di Jawa Barat. ***











