Pameran Seni Lukis Galuh “Saujana Kala”, Membingkai Masa Lalu melalui Lukisan

WhatsApp Image 2026 05 21 at 14.18.52 1
Komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG) menggagas kegiatan “Sasujana Kala” sebagai upaya pelestarian budaya berbasis seni rupa, (Foto: Agus Munawar).

ZONALITERASI.ID – Jejak peradaban dan sejarah masa lalu, merupakan identitas penting bagi suatu bangsa. Keberadaan situs-situs bersejarah seperti prasasti, makam kuno, dan bangunan cagar budaya menjadi representasi nilai, pengetahuan, dan kearifan lokal yang perlu dijaga keberadaannya.

Seni lukis memiliki kekuatan sebagai media dokumentasi visual yang tidak hanya merekam bentuk, tetapi juga menangkap suasana, makna, dan konteks historis. Melalui pendekatan ini, karya seni dapat berfungsi sebagai arsip visual yang komunikatif bagi generasi masa kini dan masa depan.

Komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG) menggagas kegiatan “Saujana Kala” sebagai upaya pelestarian budaya berbasis seni rupa. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiana dan dihadiri OPD terkait ini diselenggarakan di Gedung Kesenian Ciamis pada 21–22 Mei 2026.

“Kegiatan ini mengintegrasikan praktik penciptaan karya, pameran, serta partisipasi publik sebagai bentuk edukasi dan penguatan identitas budaya lokal,” kata Ketua Seni Lukis Galuh yang juga ketua pameran ini, Irfan Setia.

Irfan menegaskan, ada lima hal yang ingin disampaikan pada peristiwa pameran hari ini.

Pertama, momentum pameran berdekatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, selain itu juga berdekatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Maka para perupa nasional telah menggagas bahwa bulan Mei merupakan Bulan Menggambar Nasional. Hal tersebut dimaknai sebagai gerakan “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”.

“Sebuah penyadaran kepada masa lalu bahwa manusia sebelum mengenal teks, huruf, dan bahasa yang rumit, gambar merupakan cikal bakal komunikasi, bahasa, dan fondasi peradaban. Melalui gambar di dinding gua, manusia purba merekam jejak hidup mereka. Pada hari ini, kita mencoba membangkitkan kembali kekuatan itu dengan menghidupkan kreativitas,” ujarnya.

Kedua, terkait tema “Saujana Kala” yang menjadi bingkai kreativitas peserta pameran, di mana mereka mencoba membingkai masa lalu untuk menghadirkan kembali sejarah melalui lukisan objek tokoh/figur, situs, makam, prasasti, dan cagar budaya yang tersebar di Tatar Galuh.

Ketiga, ikatan silaturahmi. Peserta merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Ciamis, seperti Cihaurbeuti, Panumbangan, Sukamantri, Buniseuri, Kawali, serta beberapa dari luar Ciamis. Melalui silaturahmi ini, mereka saling berbagi wawasan dalam upaya merepresentasikan pemahaman tentang keluhuran budaya Galuh melalui karya seni lukis dan seni rupa. Ke depannya, diharapkan adanya bimbingan dan pembinaan dari pihak Disbudpora Kabupaten Ciamis.

Keempat, pameran ini dapat dikatakan bermodal nekat, rereongan, dan semangat literasi kebudayaan. Namun, panitia berusaha menggelar pameran ini sebaik mungkin. Diharapkan kegiatan ini mampu membakar semangat literasi kebudayaan dan sejarah bagi generasi muda, pelajar, dan masyarakat.

Tujuan terakhir, Irfan berharap penyelenggaraan pameran seni lukis dan seni rupa dengan tema kebudayaan Galuh ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi agenda tahunan daerah yang didukung oleh banyak pihak.

Kegiatan pameran lukis dan seni rupa ini menampilkan karya seni yang mengangkat prasasti dan artefak, situs makam bersejarah, lanskap sekitar situs, serta bangunan cagar budaya yang dibuat oleh 18 orang seniman. Pada kegiatan ini juga diselenggarakan aktivitas menggambar bersama bagi pelajar TK hingga SMA serta masyarakat umum sebagai bentuk partisipasi publik.

Di sela-sela kegiatan, Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pameran Lukisan Saujana Kala “Membingkai Kemarin, Mewarnai Hari Esok” yang digagas oleh Komunitas Seni Lukis Galuh Ciamis.

“Hal ini menjadi bukti nyata bahwa seniman dan budayawan Ciamis mampu menyelenggarakan kegiatan secara berkala, sehingga dapat menangkap nilai-nilai warisan luhur yang dikemas dalam sebuah pagelaran perpaduan seni rupa di Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al Kautsar, mengatakan, kegiatan pameran lukisan Saujana Kala yang diselenggarakan Komunitas Seni Lukis Galuh ini sangat layak diapresiasi. Potensi seni di Ciamis sangat besar, dan kegiatan ini melibatkan anggota Karang Taruna, pelajar, serta masyarakat umum. Dia berharap kegiatan ini terus terjaga agar dapat melahirkan seniman lukis muda di Ciamis.

Raira Desrima, siswa SMAN 1 Ciamis, mengatakan, kegiatan pameran lukis ini sangat menginspirasi dan memotivasi. Materi kelas X adalah seni rupa, sehingga dia mendapatkan banyak gambaran dan ilmu dari beragam lukisan yang dipamerkan untuk pengetahuan ke depannya.

Aufa Safinatunnadza, siswa MTsN 4 Ciamis, mengatakan, dia mengetahui kegiatan pameran ini dari guru kesenian di sekolahnya. Dia sangat kagum melihat berbagai karya lukis yang menggambarkan sejarah dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Nur Nuzul Qorina, pelukis pemula asal Panumbangan, mengatakan, dia merasa termotivasi untuk menjadi lebih baik setelah melihat karya para pelukis senior yang sangat bagus. (Agus Munawar/relawan Seni Lukis Galuh).***