ZONALITERASI.ID – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan, pembukaan kawasan wisata jangan hanya berorientasi pada potensi kunjungan wisatawan, tapi juga wajib dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sistem kelembagaan keamanan yang memadai.
Kewaspadaan ekstra perlu diterapkan terutama pada destinasi wisata alam yang memiliki potensi perubahan kondisi secara tiba-tiba dan dapat memicu bencana.
“Pelaku industri pariwisata tidak hanya sekadar menjual pesona destinasi, tapi harus menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan secara mutlak,” kata Asep, di Pangandaran, Jumat, 29 Mei 2026.
Asep menekankan pentingnya keberadaan pos informasi dan pusat pemantauan kondisi alam, khususnya di destinasi wisata berbasis aliran sungai.
Dia mencontohkan, penerapan mitigasi yang sudah berjalan baik di kawasan Ciwayang, di sekitar Grand Canyon Pangandaran.
Di lokasi itu sudah tersedia pusat informasi kondisi alam untuk mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas saat situasi berbahaya.
Asep pun mengingatkan ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu sungai yang kerap tidak disadari wisatawan.
Menurutnya, curah hujan tinggi di wilayah seperti Tasikmalaya, Ciamis, maupun Banjar dapat memicu banjir mendadak di kawasan wisata sungai di Pangandaran, meski kondisi cuaca di lokasi wisata terlihat cerah.
Penjaga Pantai
Selain wisata sungai, dia meminta pengawasan ketat juga diterapkan di kawasan wisata pantai
melalui penyediaan lifeguard atau penjaga pantai, termasuk penegakan aturan keselamatan yang jelas bagi pengunjung.
Asep menegaskan, pengelola wisata yang menawarkan aktivitas berisiko tinggi harus terbuka dalam menyampaikan potensi bahaya kepada wisatawan.
Untuk pengelola pun wajib menyiapkan perlengkapan keselamatan serta petugas pengamanan yang memadai.
Kata dia, langkah preventif itu penting untuk mencegah terjadinya kelalaian pengelola wisata yang dapat berujung pada tuntutan hukum maupun kerugian bagi wisatawan.
“Sebenarnya, antisipasi terhadap aspek keamanan wisata sebelumnya juga sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dalam rapat koordinasi pengamanan masa libur Lebaran,” kata Asep. ***











