Kosasih, Pesepak Bola Asal Rancah Ciamis yang Harumkan Nama Persib

506651256 23994831760152877 7531500300016329743 n 1
Pemain Persib, Kosasih A. (berdiri, keempat dari kiri), berfose jelang laga babak 4 besar Divisi Utama PSSI Perserikatan 1983, di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Skuat Persib lainnya yaitu Yana Rodiana, Boyke Adam, Adjid Hermawan, Memed Ismar, Adeng Hudaya, Bambang Sukowiyono, Robby Darwis, Jaffar Sidik, Iwan Sunarya, dan Giantoro, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Pada era tahun ’80-an, nama yang satu ini kerap menjadi buah bibir bagi warga Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Namanya singkat, Kosasih A.. Namun, ketenaran pria kelahiran Desa Kadupandak, Kecamatan Rancah (kini masuk wilayah Kecamatan Tambaksari) ini, tak sependek namanya.

Berkat kiprahnya bersama Persib di era ’80-an, nama Kosasih melambung berbarengan dengan prestasi yang ditorehkan Pangeran Biru.

Ya, Kosasih lahir di era keemasan Persib. Dia dikenal sebagai pemain sayap/penyerang yang tajam pada masanya dan sering disebut bersama nama-nama besar Persib lain, seperti Adeng Hudaya, Dede Rosadi, Ajat Sudradjat, Yana Rodiana, Sobur, Bambang Sukowiyono, Robby Darwis, Iwan Sunarya, dan Wawan Karnawan.

Pemain jebolan klub PSAD ini jadi bagian dari generasi yang membuat Persib disegani di kompetisi Divisi Utama PSSI Perserikatan.

Puncak performa yang paling sering dikenang publik adalah saat Kosasih menjadi bintang dalam kemenangan besar Persib 4-0 atas Persebaya pada 15 Februari 1985.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta itu, Kosasih mencetak hattrick dan menjadi sorotan utama pertandingan. Momen ini kerap dikutip dalam catatan sejarah Persib sebagai salah satu penampilan individual paling berkesan dari pemain bertubuh gempal ini.

Setelah pensiun dari lapangan, nama Kosasih tetap aktif muncul dalam kegiatan komunitas Persib dan acara penghormatan untuk para legenda.

Pada 2 April 2017 Persib memberikan penghargaan untuk sejumlah mantan pemain yang berjasa, termasuk Kosasih (tercatat dalam daftar bersama legenda lain seperti Indra Thohir, Ajat Sudradjat, Adeng Hudaya, Sobur, dan lainnya). Pengakuan ini menegaskan statusnya sebagai salah satu “sesepuh” dan legenda klub.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kosasih juga kerap hadir dalam sejumlah acara Persib dan aktivitas komunitas. Itu menunjukkan peran Kosasih sebagai penghubung antara sejarah klub dan generasi pendukung modern.

Warisan Kosasih untuk Persib bersifat ganda. Sebagai pemain, momen hattrick saat laga menghadapi Persebaya pada 1985, tetap dikenang sebagai contoh kontribusi langsung Kosasih untuk prestasi klub.

Di sisi lain, dari sisi budaya, pengakuan dan penghormatan yang diberikan Persib kepada para mantan pemain menunjukkan bahwa Kosasih termasuk di antara mereka yang membantu membangun identitas dan tradisi Persib sebagai klub besar di Indonesia. (des/berbagai sumber)***