Kabar Baik, Kemendikdasmen Bakal Salurkan Bantuan Digitalisasi Pembelajaran ke 330 Ribu Sekolah

direktur smp dikdasmen kementerian pendidikan dasar dan menengah kemendikdasmen maulani mega hapsari 1747300204104 169
Direktur SMP Dikdasmen Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari. (Foto: detikEdu/Cicin Yulianti)

ZONALITERASI.ID – Direktur SMP Dikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maulani Mega Hapsari, mengatakan, pemerintah akan menyalurkan bantuan digitalisasi pembelajaran ke 330 ribu satuan pendidikan di Indonesia.

“Program ini untuk mendukung pemerataan akses digital bagi siswa dan guru. Nantinya berdasarkan Instruksi Presiden kita akan membantu sekitar 330 ribu satuan pendidikan di semua jenjang PAUD-SMA/SMK dan sekolah khusus seperti SLB. Mereka mendapatkan bantuan terkait digitalisasi pembelajaran,” kata Mega, dalam diskusi Kejar Aksi “Pendidikan Indonesia Menuju Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?” di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dilansir Kamis, 22 Mei 2025.

“Distribusi bantuan digitalisasi ini akan mulai dilakukan tahun ini. Kita tidak hanya mengirimkan perangkatnya tetapi juga akan mengisinya dengan konten-konten pembelajaran digital,” sambungnya.

Mega menuturkan, pengadaan bantuan ini selaras dengan kebijakan baru soal mata pelajaran koding dan artificial intelligence (AI). Digitalisasi juga telah dilakukan dengan adanya platform terintegrasi seperti Rumah Belajar.

“Tidak hanya itu, kami juga mulai menerapkan kurikulum AI dan keterampilan koding yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah yang kemampuannya sudah mumpuni. Bahkan, ada aplikasi Rumah Belajar yang jadi salah satu upaya yang kami banggakan dan sampai sekarang masih berkembang fitur-fiturnya,” kata Mega.

Ia menambahkan, atas Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 Tahun 2025, pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah juga termasuk mediumisasi pembelajaran yang dilakukan secara bertahap.

Transformasi digital di sektor pendidikan ini, lanjutnya, dapat mendorong siswa menjadi sukses untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Saya berharap ekosistem pendidikan nasional akan semakin inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” pungkas Mega.

Naskah Akademik untuk Kurikulum AI dan Coding Rampung

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan, kurikulum kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan coding masih dalam proses untuk diterapkan.

Mu’ti menuturkan, naskah akademik dan capaian pembelajaran untuk kurikulum AI dan coding sudah rampung.

“Yang AI, kurikulum AI dan coding itu kami sudah selesai naskah akademiknya juga sudah selesai capaian pembelajarannya. Sekarang sedang dalam proses untuk penerbitan peraturan menterinya,” kata Abdul Mu’ti usai Peluncuran Gemini Academy dan Gerakan Edukreator di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 7 Mei 2025.

Penerapan AI dan coding di sekolah, kata Mu’ti, masih menunggu proses pembahasan rancangan peraturan menteri.

Mu’ti menyebutkan, peraturan menteri tersebut masih dalam proses harmonisasi dengan Kementerian Hukum.

“Jadi sekarang rancangan peraturan menteri tentang pembelajaran coding dan AI itu masih dalam proses harmonisasi dengan kementerian hukum dan kementerian terkait yang lain,” katanya.

Meski begitu, Mu’ti mengatakan pembelajaran AI dan coding masih berupa mata pelajaran pilihan.

Sekolah belum diwajibkan untuk menerapkan pembelajaran AI dan coding.

“Tapi saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa untuk tahun 2025-2026 AI dan coding ini masih menjadi mata pelajaran pilihan. Bukan mata pelajaran yang wajib,” ucapnya.

Dalam proses penerapan mata pelajaran AI dan coding, Kemendikdasmen bekerjasama dengan sejumlah pihak, terutama penyedia layanan AI dan coding.

Proses harmonisasi kurikulum AI dan coding di sekolah terus berlanjut. Pembelajaran berbasis teknologi ini akan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan digital

“Bisa dengan banyak pihak. Karena penyedia coding itu kan sangat banyak ya di masyarakat. Dan kita sudah ada kerjasama dengan beberapa pihak untuk bagaimana agar pembelajaran coding ini dapat terlaksana,” imbuh Mu’ti. (haf)***