Kemenag Bangun MAN IC di Tanjungjaya Sumedang, Daya Tampung Angkatan Pertama 48 Siswa

wakil menteri agama romo muhammad syafii melakukan peletakan batu pertama man ic sumedang pada selasa 1252026 1778662191394 169
Wamenag, Romo Muhammad Syafi'i melakukan peletakan batu pertama pembangunan MAN IC Sumedang pada Selasa, 12 Mei 2026, (Foto: Kemenag).

ZONALITERASI.ID – Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang, Selasa, 12 Mei 2026.

Pembangunan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang itu ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Sebelum pembangunan kampus MAN IC Sumedang selesai, siswa angkatan pertama akan ikut proses belajar sementara di Balai Diklat Bandung dan Asrama Haji Bekasi.

“Alhamdulillah hari ini Kementerian Agama Republik Indonesia menambah lagi satu lembaga pendidikan unggul di Indonesia yakni Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, MAN IC di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Ini adalah MAN IC ke-25 di lingkungan Kementerian Agama dan MAN IC pertama yang berdiri di Provinsi Jawa Barat,” kata Wamenag, saat peletakkan batu pertama MAN IC Sumedang, dikutip dari laman Kemenag.

“Mula-mula angkatan pertama itu kita tempatkan di lembaga Balai Diklat Bandung untuk satu kelas, untuk satu rombel. Tapi kemudian tahun kedua kita pindahkan ke Asrama Haji yang ada di Bekasi. Baru semuanya selesai, SBSN-nya pun oke, baru mulai dibangun. Maka insyaallah tahun ketiga anak-anak itu nanti sudah belajar di sini,” sambungnya.

Menurut Wamenag, Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) MAN IC Sumedang dilakukan secara nasional mulai Desember 2025 sampai Februari 2026.

“MAN IC Sumedang memiliki daya tampung 48 orang untuk angkatan pertama, yang terdiri dari 24 siswa putra dan putri masing-masing,” ucapnya.

Jalur Tes MAN IC

Melansir juknis khusus SNMB MAN IC Cendekia, MAN PK, MA KN, dan MAN Program Unggulan Nasional Tahun Pelajaran 2026/2027, berikut jalur seleksi MAN IC:

1. Jalur Tes
Jalur ini diselenggarakan bagi siswa terbaik lulusan MTs/SMP negeri, swasta, pendidikan diniyah formal (PDF), dan pendidikan muadalah yang memenuhi syarat.

2. Jalur Prestasi
Pada jalur ini, sekolah bisa melakukan klarifikasi-verifikasi terkait bukti prestasi siswa. Seleksi melalui skema tanpa tes dengan kriteria prestasi di bawah ini:

– Prestasi nasional peraih medali emas/perak/perunggu atau juara 1/2/3 di bidang sains pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia bidang Sains (OMI SAINS) tingkat nasional dan/atau Olimpiade Sains Nasional (OSN)

– Olimpiade Madrasah Indonesia bidang Riset (OMI RISET) tingkat nasional, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional, lomba penelitian/karya ilmiah yang dilaksanakan pemerintah seperti Kemenag atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

– Juara 1/2/3 tingkat nasional pada ajang talenta nasional yang dilaksanakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)

– Olimpiade lain dengan penghargaan luar negeri, yang merupakan lanjutan dari OMI dan OSN, seperti IMO, IBO, IPhO, IChO, IOI, IGeO, IESO, IAO, IOAA, IEO, ISO, IEYI, dan ASPC medali emas/perak/perunggu atau honorable mention

– Juara 1/2/3 tingkat nasional pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

(des)***