ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program UPI Berdampak LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat) dengan menambah dua unit panel listrik tenaga surya bagi warga prasejahtera di Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Penambahan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi pemanfaatan panel surya yang telah digunakan warga selama enam bulan terakhir.
Program LIMAR merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses energi bagi keluarga prasejahtera yang belum memiliki penerangan listrik memadai. Melalui pemasangan panel listrik tenaga surya, warga kini dapat memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan untuk kebutuhan penerangan rumah tangga.
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., meninjau langsung kondisi panel surya yang telah dipergunakan warga selama enam bulan, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat untuk mengetahui dampak program tersebut terhadap kehidupan sehari-hari, pada Sabtu, 14 Maret 2026.
“Panel surya ini harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Mudah-mudahan dengan adanya penerangan ini warga bisa beraktivitas pada malam hari sehingga menjadi lebih produktif,” ujar Prof. Didi, saat berdialog dengan warga .
Selain meninjau pemanfaatan panel surya yang telah digunakan selama enam bulan terakhir, Prof. Didi juga menyaksikan langsung pemasangan dua panel surya baru di rumah warga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik.
Dalam kunjungannya, Prof. Didi juga meninjau kondisi tempat tinggal warga penerima bantuan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian rumah warga terpantau dalam kondisi yang memerlukan perhatian lebih. UPI pun berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan dukungan renovasi rumah bagi warga yang membutuhkan.
“Setelah melihat kondisi di lapangan, kami menilai ada rumah warga yang tidak layak huni. UPI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan anggaran renovasi agar warga dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” tambah Prof. Didi.
Selain bantuan energi dan rencana renovasi rumah, UPI juga akan membantu penyediaan pengeras suara masjid bagi warga setempat setelah diketahui bahwa suara azan belum terdengar dengan jelas di sebagian wilayah tersebut.
Salah seorang penerima manfaat program panel surya, Fatima, mengungkapkan, bantuan tersebut memberikan perubahan besar bagi keluarganya. Selama lebih dari 15 tahun tinggal di Desa Mekarsari, keluarganya hidup tanpa akses listrik dan hanya mengandalkan lampu damar atau lilin untuk penerangan.
“Alhamdulillah sekarang ada penerangan. Anak-anak bisa belajar pada malam hari,” ujarnya .
Program LIMAR tidak hanya menghadirkan solusi energi bagi masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan seperti akses energi bersih berbasis tenaga surya, meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera, pengembangan teknologi energi berkelanjutan di wilayah pedesaan, serta pendidikan yang berkualitas karena penerangan listrik memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari.
Selain monitoring, evaluasi, dan pemasangan alat baru panel surya, Rektor UPI juga menyerahkan bingkisan lebaran kepada warga penerima bantuan LIMAR. (des)***











