ZONALITERASI.ID – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar “Halalbihalal & Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-66”, di Jakarta, Minggu, 20 April 2026.
Pada kesempatan itu hadir sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan menyampaikan peran strategis masa depan organisasi.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyoroti peran strategis Islam Indonesia di kancah global. Kata dia, karakter moderat yang dimiliki umat Islam Indonesia menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” ujar Nasaruddin.
Menurutnya, alumni PMII memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai ke-Islaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebutkan, PMII telah melahirkan banyak tokoh strategis di berbagai sektor, mulai dari politik, birokrasi, hingga akademisi.
Kekuatan tersebut, lanjutnya, harus dikelola secara serius untuk menjawab tantangan bangsa, terutama dalam isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian dalam setiap posisi yang diemban kader PMII.
“Jabatan bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” katanya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan organisasi dalam menjawab tantangan masa depan, terutama terkait isu strategis, seperti akses terhadap sumber daya dan keadilan agraria.
Nusron juga menggarisbawahi bahwa organisasi seperti PMII harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dia mendorong alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih luas.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisasi dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” katanya.
Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Panitia, Basnang Said, menyampaikan, agenda ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan.
“Rangkaian kegiatan sebelumnya, terutama selama Ramadhan, telah menunjukkan bahwa alumni PMII terus bergerak dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat,” ucapnya. (des)***
Sumber: Antara











