Peduli Petani, Polres Sumedang Gelar Lomba Basmi Hama Tikus di Area Pesawahan

WhatsApp Image 2026 06 21 at 05.15.55 1
Polres Sumedang menggelar Lomba Basmi Hama Tikus di Area Pesawahan yang tersebar di 26 Kecamatan, (Foto: Dadan Burhan/Zonaliterasi.id).

ZONALITERASI – Polres Sumedang menggelar Lomba Basmi Hama Tikus di Area Pesawahan yang tersebar di 26 Kecamatan. Lomba yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-80 Bhayangkara ini, sebagai upaya untuk meningkatkan hasil panen dan produktivitas pertanian.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan, kegiatan lomba basmi hama tikus melibatkan 200 personel Polres Sumedang serta 105 gabungan kelompok tani atau Gapoktan. Dengan begitu, jika setiap gapoktan mengirimkan 20 peserta, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 2.000 orang.

“Peserta ada sekitar 2.000 orang yang menjadi peserta lomba pembasmian hama tikus 2026 untuk memperebutkan Kapolres Cup,” ujar Sandityo, kepada wartawan, di sela kegiatan Lomba Basmi Tikus Tahun 2026 Polres Sumedang di Blok Cibaros Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu, 20 Juni 2026.

Sandityo mengungkapkan, kegiatan untuk mengatasi persoalan hama tikus tersebut dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dan akan berlangsung selama beberapa hari. Dia menilai, hasil awal kegiatan itu cukup menggembirakan.

“Kami serentak melakukan pembasmian hama tikus di 26 kecamatan. Hasilnya cukup bagus dan dilanjutkan nanti besok selama empat hari berturut-turut” katanya.

Adapun sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah, sambung Sandityo, yaitu Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja yang dikenal sebagai kawasan penghasil padi di Kabupaten Sumedang.

“Kegiatan tidak hanya bertujuan menekan populasi tikus, tetapi juga memberikan rasa aman kepada petani yang akan memasuki musim tanam berikutnya,” ucapnya.

Sandityo berharap, selain lomba basmi hama tikus, pada saat persiapan penanaman tahap kedua nanti, petani sudah merasa tenang dan tidak diganggu lagi tanamannya oleh hama tikus.

“Peserta yang berhasil menangkap tikus terbanyak akan keluar sebagai pemenang. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap oleh masing-masing peserta,” katanya.

“Kategori penilaian nanti adalah semakin banyak hama tikus atau tikus yang tertangkap, maka dihitung per ekor. Itulah yang akan menjadi pemenang. Jadi, semakin banyak tangkapannya, dia yang menjadi pemenang.”

“Semoga gerakan bersama ini mampu menekan populasi tikus sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang,” pungkas Sandityo. (dan)***