BUDAYA  

Puisi-puisi Febbry

kita mendengar keheningan seperti kita melakukan suara sehingga mungkin 230712141505 586
(Ilustrasi: Unsplash)

Dinamit

Luka menganga tanpa ubar
Lahar mendidih tanpa letusan
Sedingin api
Sepanas es
Kantuk yang tak terpejam
Pikir yang terus beralur dan beralir
Meredam semua teriak
Menutup semua nalar
Aku dinamit tanpa ledakan

___________

Habis

Disisa kebahagiaan yang hampir habis Ku hisap bara tembakau dengan sadis
Merangkak menapaki jalan yang curam
Dengan belati yang menusuk kejam
Disisa nafas yang hampir habis
Kesunyian ku hadapi dalam senyum sinis

____________

Terkoyak

Ketika kau tak punya air mata lagi untuk kau tumpahkan, maka akan hanya ada tawa yang kan kau tampakkan…
Melati hiduplah lalu matilah sesuai kodratmu Jangan kau khawatirkan waktu yang memburu
Syukuri saja setiap pancaran matahari yang menghantammu
Nikmati saja setiap hentakan angin yang menghancurkan setiap kelopakmu
begitulah nafas yang dihembuskan dan terserap kembali…

***

Febbry, penyair, tinggal di Bandung.

Respon (47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *