PUISI Saya Bersaksi, Trump dan Netanyahu Penjahat Kemanusiaan

IMG 20260318 080402
Sachrial, (Foto: Dok. Pribadi).

Karya Sachrial

Yaa Malik…

Kenapa aku di sini
Di neraka jahanam?
Aku hanya warga dunia
Bukan anggota PBB, OKI
Bungkam saat manusia
Dibantai, dibombardir.
Oge bukan anggota BoP
Berdalih perdamaian,
Malah menyerang,
Ratusan anak SD Iran.
Kenapa aku di sini
Di neraka jahanam
Tempat para pembunuh
Anak-anak…
Wanita…
Orang tua…
Kaum lemah ..
Aku ajukan eksepsi,
Karena aku warga dunia
Tak terima di jahanam
Tak sudi disamakan
Bersama penjahat HAM
Perusak bumi dan isinya

Yaa Malik…
Aku terima di neraka
Bila dalihnya aku “WNI”
Negaraku memasuki
Usia merdeka 81 Tahun
Tapi tetap tak daulat.
Merdekanya hanya peringatan dan joged.

Bersidang saja hakimnya masih mengiyakan bukti kolonial. Katanya merdeka?

Di negaraku ius sanginus lama miskin
Ketimbang warga naturalisasi.

Sungguh aku bersaksi,
Negaraku negara hukum
Tapi pejabatnya kena hukum.
Konstitusi tak dijalankan, tapi direkayasa.

Sumpah aku bersaksi,
Berita korupsi marak,
Ketimbang bela rakyat.

Demi Tuhan…
Para penegak hukum
Jalannya sempoyongan,
Bawa beban suap.

Aku lihat…
Rakyat ketakutan
Bila aparat datang.
Cemas, justru nanti salah dan keluar uang.

Semua merasakan…
Ada duit, sembako
Menentukan pejabat..
Memilih wakilnya
Pelicin masuk kerja.

Terasa pedih…
Tak ada uang
Tak ada hormat,
Tak punya jabatan
Akhirnya kalah urusan.

Demi NKRI harga mati
Nyatanya adu tawar
Kedaulatan, kepentingan
Dijual murah oleh petinggi.
Sementara rakyat mati dengan harganya.

Elit politik memang elit
Egaliternya citra diri
Tak menapak ke tanah
Melambung semata
Bohong…

Alamnya kaya meruah
Habis dimakan atas nama kemakmuran.
Rakyat tak rasakan apa-apa.

Pendidikannya tinggi
Moralnya rendah
Rakyat jadi ngesot menyembah kena tipu.
Soal ijazah setingkat presiden tak selesai.
Malunya telah raib.

Ah… banyak kali kesaksianku…
Yaa Malik…
Aku memang pantas
Di nerakamu…

Ini yang membuat
Aku lebih pantas
Di jahanammu…

Pemimpinku jadi bagian
BoP bicara perdamaian,
Kini seakan menjadi
Hal tak terpisahkan
Dari penjahat HAM dan Kemanusiaan.

Anak-anak SD mati…
Pemimpin berdaulat Syahid,
Saudara-saudaranya kena serangan.

Pemimpinku…
Katanya mayoritas muslim
Tak bisa berbuat apa-apa.
Kelu…
Stroke…
Mati Rasa…
Terdiam membisu…
Menawari diri jadi mediator, saat tergerus mandatori non bloknya.
Di tengah gempuran Iran penuh daulat dan kehormatan.
Tiba-tiba siaga satu.

Ah…
Yaa Malik aku memang pantas di nerakamu.

Aku merasa tak berbuat untuk diri negeri dan dunia.
Menjaga kerusakan dahsyat.

Aku memang pantas
Di neraka jahanammu
Kalau itu alasannya
Aku terima neraka.

Dengan satu syarat..
Jangan masukan
Syahid Ali Khamaeni
Di neraka karena setianya (Syiah) pada konstitusi menjaga kehormatan dan kedaulatan sebuah bangsa bernama Republik Islam Iran.
Teguh konstitusinya
Telah tertawakan arogan hegomini dunia.

Yaa Malik…
Aku terima neraka
Karena dosaku melebihi usiaku.

Yaa Malik…
Aku akan memilih neraka untuk ku…
Memintamu agar mereka para syuhada di surga.

Aku terima di neraka,
Karena aku “WNI” penuh kecewa dan tak berbuat banyak bagi dunia dan bumi.

Yaa Malik…
Beri aku kesempatan
Di neraka ikut menyiksa
Trump dan Netanyahu
Melakukan pertengkaran di neraka jahanam bersama penjahat HAM dan Kemanusiaan.

***

Sachrial “Penghuni Neraka dari WNI”.

Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026
Ramadhan 1447 H.

Syahrial, pecinta sastra.