Suasana Haru Iringi Wisuda 1.633 Lulusan Unjani

Calon Dokter Meninggal 2 Bulan Jelang Wisuda

chandra rayani dan arief setiawan orangtua raisha adilla kartika 230727182354 942
Chandra Rayani dan Arief Setiawan orangtua Raisha Adilla Kartika Rifca Setiawan saat menghadiri wisuda almarhumah anaknya, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Prof. Hikmahanto Juwana melantik sebanyak 1.633 lulusan Unjani, dalam prosesi ‘Wisuda Tahun Ajaran 2022/2023’, di Hotel Harris Festival Citylink, Kota Bandung, Kamis, 27 Juli 2023.

Suasana lain terlihat dalam wisuda kali ini. Prosesi wisuda menjadi penuh haru saat Chandra Rayani dan Arief Setiawan, orang tua Raisha Adilla Kartika Rifca Setiawan, harus mewakili putrinya mengikuti prosesi wisuda.

Raisha meninggal dunia karena sakit kanker. Raisha merupakan lulusan dari jurusan kedokteran. Dia meninggal lima hari setelah pelaksanaan sidang (5 Juni 2023) atau sekitar 2 bulan menjelang pelaksanaan wisuda.

Orangtua Raisha, maju sambil membawa foto anak pertamanya itu yang tak bisa hadir karena telah meninggal. Raisha merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Rektor Unjani, Prof. Hikmahanto menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Raisha Adilla Kartika Rifca Setiawan sehingga tak bisa berada di tengah-tengah prosesi wisuda bersama 1.632 wisudawan lainnya.

“Tentu kami dari sivitas akademika Unjani mengucapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya ananda Raisha, dan kami pun menyampaikan dukungan kepada orangtua untuk tabah dan sabar,” katanya.

Sakit 4 Tahun

Ayahanda Raisha, Arief Setiawan mengatakan, anaknya ini sudah melawan sakitnya selama 4 tahun. Namun, tetap mampu terus berusaha agar bisa lulus.

“Kami (orangtua) tentunya bangga. Karena, anak kami dalam studinya itu dalam keadaan sakit dan berusaha untuk bisa lulus. Ya pastinya, kami bersedih karena saat lulus (ketika sidang) beberapa hari kemudian meninggal,” ujar Arief.

Ibunda almarhumah, Chandra Rayani, menceritakan, Raisha ini sosok anak yang lincah meski dalam kondisi sakit, namun tetap berusaha mengikuti perkuliahan walau waktu itu melalui pembelajaran secara online.

“Semua tugas-tugasnya dia usahakan bisa dikerjakan semaksimal mungkin. Jadi, memang semangatnya untuk menyelesaikan kuliah ini tinggi sekali. Saat dia mengerjakan tugas akhir pun dengan keterbatasan kondisi saraf motoriknya sudah melemah, tetapi dia berusaha dan mengatakan ‘saya harus lulus, saya harus lulus,” ujar Chandra.

“Setelah sidang skripsi pada pada 1 Juni 2023, dia sempat bertanya kepada saya, ‘aku sudah lulus Bu?’ Kemudian, dosen pengujinya pun memberikan selamat atas kelulusan Raisha. Saat itu, wajah anak Raisha tampak bahagia sekali walau kondisinya sangatlah lemah,. Raisha Adilla meninggal pada 5 Juni 2023 sedangkan waktu persidangan pada 1 Juni 2023,” sambungnya.

Berbagai Strategi

Sementara itu, menyinggung prospek lulusan Unjani, Prof. Hikmahanto mengatakan, pihaknya mempersiapkan lulusan-lulusannya melalui berbagai strategi, seperti mahasiswa baru yang masuk diberikan latihan dasar kedisiplinan dan kepemimpinan.

“Saat ini banyak pemberi kerja yang melihat dari karakter seseorang,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk alasan lokasi wisuda yang digelar di luar kampus, karena pihaknya belum memiliki tempat representatif untuk menggelar wisuda.

“InsyaAllah wisuda tahun depan akan dilaksanakan di gedung audiotorium sendiri yang dapat memfasilitasi 3.000–3.500 orang. Pembangunan gedungnya sudah hampir rampung dan tahun 2024 sudah bisa digunakan,” kata Hikmahanto. (des)***

 

Respon (31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *