Ada Kolaborasi Komunitas di Balik Suksesnya Bedah Buku “Dimensi Langit Manusia”

bedah buku 2
Diana Fitri (@dipidiff) (kiri), Ketua Infinity Community Partner Muliani Herman (tengah), Ketua Komunitas Library in The Box, Yogi (kanan), foto bersama di sela Bedah buku "Dimensi Langit Manusia", di BIP Mall, Jalan Merdeka, Bandung, (Foto: Mardani Mastiar).

ZONALITERASI.ID Acara bertajuk “Diskusi Membangun Dimensi dalam Cerita” yang menampilkan bedah buku “Dimensi Langit Manusia” karya Astrida Hara, diselenggarakan di Bandung Indah Plaza (BIP) Mall, Jalan Merdeka, Bandung, Selasa, 11 Juli 2023. Bedah buku dihadiri anggota komunitas, pengikut media sosial Astrida Hara, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Event ini terselenggara berkat kolaborasi antara Penerbit MCL dan BIP Mall, yang difasilitasi oleh Infinity Community Partner (Infinity) dan Komunitas Library in The Box. Kedua komunitas ini telah aktif terlibat dalam kegiatan di bidangnya masing-masing sejak tahun 2006 dan 2012.

Infinity Community Partner adalah sebuah komunitas yang bertujuan untuk membina dan mendukung berbagai komunitas. Mereka memberikan bantuan dalam membangun komunitas bagi yang berminat, serta kolaborasi dan sinergi bagi komunitas-komunitas yang sudah ada.

Ketua Infinity Community Partner, Muliani Herman, menjelaskan, “Infinity” merepresentasikan ketidakterbatasan, dan visi mereka adalah memberikan kesempatan belajar di luar pendidikan formal.

“Komunitas ini menawarkan solusi alternatif untuk belajar bagi siapa saja, di mana saja, dan dengan topik apa saja. Beberapa program Infinity bahkan telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bandung, termasuk program K-LIK (Kios Literasi Kewirausahaan Kewilayahan), yang saat ini sedang melakukan festival sosialisasi di 30 kecamatan,” katanya.

Ketua Komunitas Library in The Box, Yogi, mengungkapkan motivasinya untuk membantu sesama dan memerangi anggapan rendahnya minat baca di Indonesia. Komunitas ini berfokus pada penyediaan konsultasi dan bantuan dalam pengelolaan buku dan perpustakaan.

Menurut Yogi, buku memiliki sistem klasifikasi, yang memberikan nilai numerik pada subjek yang berbeda. Misalnya, subjek dibagi menjadi desimal, mulai dari agama hingga sastra. Untuk memudahkan identifikasi subjek buku, kertas berwarna dapat ditempelkan di tepi buku untuk membedakan setiap subjek.

“Mendirikan pojok baca dapat dimulai, bahkan jika seseorang tidak memiliki satu buku pun, melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas yang ada,” tuturnya.

Kolaborasi antara Penerbit MCL, BIP Mall, Infinity Community Partner, dan Komuntias Library in The Box memainkan peran penting dalam kesuksesan acara diskusi buku ini. Komunitas-komunitas ini menyediakan wadah bagi para individu untuk berkumpul, berbagi wawasan, dan terlibat dalam percakapan yang bermakna tentang sastra, sehingga menumbuhkan budaya sastra yang dinamis di masyarakat. (mardani mastiar)***

 

Respon (22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *