ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerapkan sistem pengawasan ketat dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Dalam pelaksanaan ujian, dilibatkan sekitar 275 pengawas yang tersebar di seluruh lokasi ujian.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan berlapis menggunakan detektor logam guna mencegah potensi kecurangan, termasuk penggunaan perangkat tersembunyi.
“Pelaksanaan hari pertama UTBK berjalan lancar di seluruh lokasi ujian. Kami menerapkan sistem penyaringan ganda sebelum peserta masuk ruang ujian, didukung oleh 275 pengawas serta pengamanan dan jaringan yang stabil. Indikator kelancaran kami meliputi ketepatan waktu, kesiapan infrastruktur, serta minimnya gangguan teknis,” kata Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, Selasa, 21 April 2026.
Menurut Vidi, UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan dalam dua sesi, dengan tingkat kehadiran peserta tinggi serta didukung kesiapan sarana, prasarana, dan sistem pengawasan yang memadai.
Pelaksanaan UTBK hari pertama, Selasa, 21 April 2026, dimulai pada pukul 07.15 WIB setelah peserta hadir sejak pukul 06.30 WIB, dan berakhir pukul 10.30 WIB untuk sesi pagi. Sesi kedua dilaksanakan pukul 13.00–16.15 WIB. Ujian diselenggarakan serentak di 13 gedung di kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, termasuk Gedung Direktorat Sistem Teknologi Informasi (DSTI), Perpustakaan, serta berbagai fakultas seperti FPMIPA, FPIPS, dan Fakultas Kedokteran.
Pada hari pertama, peserta yang seharusnya mengikuti ujian di UPI termasuk UPI di daerah terdata sebanyak 3.160 orang dengan rincian 3.078 peserta hadir sedangkan 82 peserta lainnya tidak hadir tanpa keterangan.
Untuk mendukung pelaksanaan UTBK, UPI menyiapkan total 3.169-unit komputer PC yang tersebar di enam kampus baik di Bandung serta kampus UPI di daerah.
Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK di UPI dijadwalkan berlangsung dari tanggal 21–30 April 2026 dengan dua sesi per hari, kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi.
“Berdasarkan data per 5 April 2026, total peserta mencapai sekitar 19.400 yang tersebar di berbagai kampus UPI di daerah. Jumlah ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi minat calon mahasiswa terhadap UPI,” tuturnya.
Kata Vidi, UPI juga memperhatikan aspek inklusivitas dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus, termasuk tunadaksa, tunanetra, dan low vision.
Dari total 15 peserta, pada hari pertama pelaksanaan terdapat 4 orang calon mahasiswa berkebutuhan khusus yang didampingi oleh petugas terlatih dari divisi inklusi UPI.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan yang setara. Ke depan, kami akan terus meningkatkan sistem pengawasan berbasis teknologi serta memperkuat layanan inklusif agar pelaksanaan UTBK semakin kredibel dan adaptif terhadap perkembangan modus kecurangan,” ujarnya.
Vidi menambahkan, pelaksanaan UTBK-SNBT merupakan salah satu indikator penting dalam proses seleksi mahasiswa baru secara nasional. Di UPI kelancaran pelaksanaan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, antara lain Layanan PLN di kawasan Setiabudi, Kota Bandung, dilayani oleh PT PLN (Persero) UP3 Bandung yang memastikan aliran listrik tetap mengalir selama UTBK , TNI dan Polri untuk pengamanan, serta Telkom Indonesia yang telah memastikan jaringan internet stabil selama pelaksanaan hari pertama berlangsung, juga media yang telah mempublikasikan pelaksanaan UTBK di UPI.
“Sinergi yang terus terjalin bersama panitia UTBK pusat menunjukkan kesiapan UPI dalam mendukung sistem seleksi yang transparan, akuntabel, dan berstandar nasional. Ke depan, UPI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi infrastruktur digital, tata kelola ujian, maupun pengalaman peserta,” pungkasnya. (des)***











