ZONALITERASI.ID – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menyampaikan apresiasi tinggi dan mendorong penuh semangat inovasi serta capaian prestasi mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (Polban).
Capaian itu mencerminkan kemajuan pendidikan vokasi Indonesia, khususnya di bidang pengembangan mobil balap listrik buatan tim Polban EV dan program pembelajaran Aeronautika.
“Tadi kami juga berdiskusi sedikit tentang teman-teman Polban yang telah bertahun-tahun merintis pembuatan kendaraan otomotif bertenaga listrik yang akhirnya digunakan untuk berkompetisi dalam balap mobil listrik,” kata Ibas, sapaan Edhie Baskoro Yudhoyono, saat menjadi pembicara dalam acara Guest Lecture bertema “Pancasila di Era Digital: Kedaulatan, Etika, dan Jati Diri Bangsa”, di Polban, Selasa, 15 Juli 2025.
“Salah satu kebanggaan yang dilakukan secara bersama-sama, yang bisa ditiru oleh anak bangsa lainnya dan bahkan bisa kita kembangkan,” sambung Ibas.
Ibas menyampaikan optimismenya bahwa karya mahasiswa seperti mobil listrik tidak hanya layak dibanggakan, tapi juga memiliki potensi untuk masuk ke tahap produksi massal dan industri.
“Saya tadi sampaikan kepada Pak Direktur, bayangkan kalau model seperti itu—yang merupakan karya anak bangsa (Polban)—bisa kita kembangkan, kita industrialisasikan, dan pada saatnya kita kenalkan kepada dunia bahwa karya tersebut adalah karya anak bangsa,” ujar Ibas.
Dalam kesempatan ini, Ibas juga mengunjungi langsung laboratorium hanggar pesawat Polban, salah satu fasilitas unggulan yang mendukung program D3 Teknik Aeronautika. Program studi ini bertujuan menghasilkan tenaga ahli perawatan pesawat udara yang terampil dan profesional.
“Laboratorium hanggar pesawat yang dimiliki Polban ini sangat representatif untuk mendukung proses belajar mahasiswa. Dengan fasilitas seperti ini, saya yakin lulusan Teknik Aeronautika Polban akan semakin siap menjadi tenaga ahli perawatan pesawat yang profesional dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Ibas.
Program Studi D3 Teknik Aeronautika Polban menjadi salah satu fokus kunjungan Edhie Baskoro Yudhoyono, mengingat prodi ini secara konsisten menyiapkan teknisi perawatan pesawat udara yang andal melalui pendidikan berbasis teori, praktik pengujian, serta penerapan teknologi pemeliharaan terkini.
Didukung oleh kerja sama industri dan fasilitas sertifikasi seperti A1 4, Aeronautika Polban terus berupaya mencetak lulusan siap kerja.
“Saya melihat ekosistem pembelajaran di Teknik Aeronautika Polban sudah dibangun dengan sangat baik, mulai dari kurikulum, fasilitas praktik, hingga sertifikasi yang diakui secara internasional. Ini menjadi modal penting agar para lulusan ke depan benar-benar siap terjun ke dunia kerja, bahkan tidak menutup kemungkinan berkiprah di industri penerbangan luar negeri,” terang Ibas.
Dilengkapi Berbagai Bagian Pesawat
Sebagai informasi, laboratorium hanggar pesawat Polban dilengkapi dengan berbagai bagian pesawat seperti rangka, mesin, sistem hidrolik, dan instrumen navigasi, yang digunakan mahasiswa sebagai media praktik dalam pembelajaran perawatan pesawat udara.
Kehadiran hanggar ini menunjang proses pendidikan vokasi di bidang aeronautika yang berbasis keterampilan teknis dan pemahaman langsung terhadap mesin pesawat terbang.
“Hanggar ini menjadi bukti nyata bahwa Polban serius membekali mahasiswanya dengan pengalaman langsung dalam merawat dan memahami sistem pesawat secara teknis. Saya mengapresiasi semangat belajar para mahasiswa, juga dedikasi para dosen dan tenaga ahli di balik layar yang telah bekerja keras membimbing mereka. Dengan kolaborasi seperti ini, saya yakin lulusan Polban akan menjadi SDM unggulan di bidang aeronautika,” ungkap Ibas.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, Ibas juga menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis.
Dia menilai, saat ini pendidikan vokasi, seperti yang dijalankan oleh Polban, telah mampu mempersiapkan mahasiswa secara lebih matang untuk bersaing di dunia kerja. Bahkan, tidak menutup kemungkinan lulusan vokasi akan menjadi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat luas.
“Kita ingin lulusan Polban mendapatkan pekerjaan. Tapi lebih dari itu, kita ingin lulusan Polban mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Karena itu akan sangat berarti dalam menurunkan kemiskinan lintas generasi,” tutur Ibas.
Tim Polban EV sebelumnya berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2024, termasuk Juara II Slalom Race dan Skidpad, serta Best Teamwork. Sementara itu, program Aeronautika di Polban telah menjadi rujukan bagi pendidikan vokasi teknik penerbangan di Indonesia. (des)***
Sumber: Republika











