Warisan Hikmah Tamsil Linrung: Pendekatan Baru Penulisan Biografi Politik

WhatsApp Image 2026 04 01 at 13.23.09
Serah terima buku dengan hard-cover “Biografi Politik H. Tamsil Linrung” karya Nunu A. Hamijaya kepada Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, Mahpudi, (Foto: Istimewa).

DALAM kesempatan Halalbihalal dan Konkerda IKAPI Jawa Barat, di Sekretariat IKAPI Jabar, Jalan Inggit Garnasih, Bandung, pada Rabu, 1 April 2026, berlangsung serah terima buku dengan hard-coverBiografi Politik H. Tamsil Linrung” karya Nunu A. Hamijaya kepada Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, Mahpudi.

Buku yang diberi Kata Pengantar oleh Menteri  Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, M.Sc. ini adalah buku biografi unik dengan 34 speak up dari para tokoh nasional  termasuk menteri aktif,  mantan menteri dan mantan  panglima TNI, guru besar, dai  nasional, rektor, dan aktivis politik.

Buku ini berisi hikmah Tamsil  Linrung dalam karier  politik,  dakwah, dan kenegaraan. Selain itu, buku ini merupakan tafsir politik penulisnya terhadap kiprah kehidupan Tamsil Linrung. Isinya dapat menjadi semacam ‘roadmap’ bagi siapapun yang mengambil peran seperti kiprah yang ditempuh oleh pria kelahiran  Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan itu .

Buku setebal 438 halaman (cvi +331) ini ditulis dalam rentang waktu November 2025 – Januari 2026. Pemilihan judul ‘warisan hikmah’, memberikan makna bahwa ‘isi pemikiran dan kiprah sang tokoh’ diharapkan menjadi warisan  hikmah yang berlaku sepanjang zaman. Buku ini terdiri dari 9 bab dan beberapa subjudul. Khusus untuk  Epilog Tamsil Linrung sendiri yang menulisnya.

Kesediaan Tamsil Linrung dituliskan biografinya sebagai ‘warisan hikmah’, setelah penulis buku ini  bertemu langsung dalam momentum peringatan Piagam Djakarta,  di Kantor DPP Partai Masyumi, Jakarta, pada 22 Juni  2025. Itulah pertemuan pertama hingga buku ini diterbitkan.

Terhadap isi buku biografi ini, Tamsil Linrung menyatakan,

“bahwa sejatinya buku ini bukan tentang dirinya, tetapi lebih mewakili kemampuan penulis menggali nilai-nilai transendental di balik keputusan, sikap, dan tindakannya. Maka jika ada hal yang dipandang baik, datangnya dari Allah SWT  melalui kedalaman intelektual penulisnya. Kemahiran penulis menjahit dimensi memoar dengan tafsir kontekstual terasa kuat menggiring pembaca merenungi fakta absolut. Bahwa Islam adalah energi penggerak, penjuru batin yang memurnikan motivasi. Ajaran ini bukan kumpulan ritus yang mengekang kreativitas.

“Tetapi kekayaan buku ini bukan hanya dimensi spiritualitasnya. Di bagian lain, penulis juga mengeksplorasi identitas kultural yang membentuk karakter khas manusia Bugis-Makassar. Terutama terkait peran tradisi dan petuah Bugis-Makasar yang ikut memberi andil kepada pribadi Tamsil Linrung ketika berdialog dengan dunia di negeri rantau”

Dalam epilog sebagai penutup buku ini, Tamsil Linrung sendiri menulis:

Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika generasi muda membaca kisah ini, mereka akan berkata dengan bangga:”Pernah ada seorang anak lorong bernama Tamsil Linrung, yang mengajarkan bahwa menjadi pemimpin berarti menjaga hikmah dan menyalakan harapan.” Makassar, 06 November 2025

Rencananya, buku ini akan menjadi cenderamata Tamsil Linrung dalam event dan moment penting dalam tugasnya saat ini sebagai  Senator DPD RI dan Wakil Ketua DPD RI. (Nunu A. Hamijaya/penulis buku Biografi Politik H. Tamsil Linrung)***.