Oleh Dinn Wahyudin
DATANGLAH ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Nikmati pengalaman spektakuler dan langka: bercanda dengan sekumpulan ikan hiu paus. Jenis ikan hiu paus yang berukuran jumbo 3 – 5 meter ini, hidup bebas di alam terbuka, kawasan perairan laut Teluk Cenderawasih, Nabire.
Setelah menginap semalam, di pagi hari, kami naik perahu kecil dengan kapasitas penumpang 8 -10 orang, untuk melaut ke tengah teluk dengan tujuan melihat secara langsung habitat ikan hiu paus yang hidup bebas di laut terbuka.
Dalam bahasa Latin, hiu paus ini dikenal dengan nama Rhincodon typus. Ikan totol hitam warna abu-abu ini tergolong unik. Keberadaannya di perairan Kwatisore, Nabire, Papua Tengah dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih memiliki daya tarik tersendiri. Habitat ikan jumbo tersebut bisa dikunjungi sepanjang waktu. Keberadaannya di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, memberi makna tersendiri bahwa jenis ikan paus hiu ini dilindungi. Siapapun tak boleh mengganggu demi terjaganya ekosistem laut dan kelestarian satwa langka ini. Pengunjung hanya perlu menggunakan perahu dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pantai, untuk mendekat ke salah satu bagan yang dibuat untuk penangkapan ikan milik nelayan biasa di kawasan perairan itu.
Bagan
Bagan merupakan alat tangkap ikan tradisional berupa rangka kayu atau bambu yang dipasang di laut, biasanya dilengkapi jaring dan lampu. Bagan umumnya bersifat statis, tidak berpindah dan digunakan untuk menarik ikan-ikan kecil dengan bantuan cahaya pada malam hari. Ikan yang tertarik kemudian mendekat sekitar bagan, dan ikan dikumpulkan dan diangkat dengan menggunakan jaring. Di wilayah Teluk Cenderawasih, khususnya sekitar Nabire, bagan dibuat permanen dengan kerangka besi. Bagan ini memiliki fungsi yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan ekoturism, terutama terkait dengan perlindungan keberadaan habitat ikan hiu paus. Hiu paus (Rhincodon typus) sering mendekati bagan karena para nelayan menggunakan ikan kecil seperti ikan puri/teri sebagai umpan. Sisa tangkapan atau ikan yang tercecer menjadi makanan alami bagi hiu paus. Bagan menjadi semacam “titik makan alami” bagi hiu paus. Dengan adanya ketersediaan makanan dalam bentuk ikan kecil di sekitar bagan, ikan hiu paus menjadi lebih sering muncul atau “nongkrong” di lokasi bagan. Bahkan ikan hiu paus tampak “terbiasa” datang ke bagan tertentu, untuk mendapat pasokan makanan. Di sinilah, ekowisata berperan. Yaitu terjadi fenomena unik. Sekumpulan hiu paus yang relatif “jinak” bisa bercengkerama dengan para pengunjung yang datang ke bagan. Mereka menaburkan sejumlah ikan kecil (ikan puri atau teri) sebagai makanan utama hiu paus. Ikan-ikan kecil yang sudah disiapkan pengelola perahu atau pemilik bagan, pengunjung membeli ikan puri atau ikan teri tersebut dan menebarkannya di sekitar bagan. Tunggu beberapa menit di atas perahu, kemudian pengunjung menanti kemunculan hiu paus memakan ikan-ikan kecil tersebut.

Johanes, Sang Penjaga Hiu
Ketika kami naik perahu yang akan membawa ke tengah laut, dialog kecil terjadi. Perahu kecil ini dinakhodai oleh seorang nelayan yang duduk di belakang sambil memantau arah dan mesin tempel perahu. Sedangkan di paling depan, duduk anak ABG yang berperan sebagai pembantu. Obrolan ringan pun terjadi, sang anak ABG bernama Johanes. Ia siswa putus sekolah kelas 1 SMP Distrik Yaum. Ia memutuskan tak melanjutkan sekolah. Cukup membantu pamannya yang bekerja sebagai nelayan. Sesekali perahunya disewa oleh pengunjung yang ingin membawanya ke bagan tempat ikan hiu paus berada. Di situlah peran Johanes, sangat diperlukan untuk kelestarian satwa langka ikan hiu paus. Setiap perahunya digunakan pengunjung, ia membantu membelikan ikan pari atau ikan teri 1 sampai 2 kg. Dan ketika tiba di bagan, dengan terampil ia melemparkan ikan teri tersebut ke dekat ikan hiu.
Di sela-sela tugas, Johanes awalnya agak malu-malu bisa ngobrol dengan kami. Menurutnya, ikan hiu paus ini, biasa muncul pagi dan sore hari. Yaitu saat yang tepat bagi ikan hiu paus untuk mencari makan. Nampaknya, ikan hiu paus sudah terbiasa mencari makan di sekitar bagan. Atau mereka sudah tahu bahwa dengan kedatangan pengunjung akan ada “sawer” ikan teri. Mereka mendekat dan seolah menunggu. Ikan hiu paus ini kontras dengan ukurannya yang jumbo dengan mulut yang menganga lebar, namun kesenangannya hanya makan kumpulan planton dan ikan kecil. Cara makannya pun unik. Ikan ini merupakan tipe ikan hiu pemangsa yang pasif. Ia membuka mulutnya lebar lebar, kemudian menyaring plankton dan ikan kecil masuk ke rongga mulutnya. Melalui gerakan mulutnya, ikan ikan kecil masuk dan menjadi makanan kesukaan santapannya. Gerakannya gemulai, tidak memperlihatkan sejenis ikan hiu buas, sehingga pengunjung bisa melihat dari dekat di atas perahu atau memotonya dengan aman dan leluasa. Bila ada pengunjung yang mau turun ke permukaan, dan bercengkerama dangan ikan hiu paus ini, dipersilahkan saja asal membawa peralatan renang. Asal hati-hati. Bukan kuatir diterkam ikan hiu, tetapi terkadang libasan siripnya yang runcing bisa melukai penyelam yang mendekat.
Itulah, Johanes dan juga “Johanes lainnya”, anak ABG yang mengais kehidupannya dengan membantu nelayan atau ”nyambi” sebagai pramuwisata bagi para pengunjung yang datang ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire. Secara tak langsung, Johanes adalah sahabat ikan-ikan hiu paus yang berada di perairan laut Teluk Cenderawasih. Johanes Sang Penjaga (the guard of the sea) dan sekaligus ia pemasok makanan ikan teri yang sangat ditunggu habitat ikan hiu paus di Laut Nabire.
Ayo sahabat, bila ada kesempatan, datanglah ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire. Nikmati pengalaman spektakuler memanjakan mata. Bercandalah dengan ikan raksasa hiu paus yang aduhai. Nikmati sensasi dan suasana laut Teluk Cenderawasih yang indah dan masih asri menawan. Enjoy the shark adventure in Nabire!! ***
Dinn Wahyudin, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Wakil Rektor I Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University).











