ZONALITERASI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berjanji akan menjaga kualitas penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu menyiapkan sistem seleksi dengan persyaratan ketat.
“Untuk menjamin kualitas SPMB tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah mengundang sebanyak 85 lembaga. Namun, baru sebagian yang menyatakan kesiapan. Tapi ini masih terus kita dorong,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam keterangan dari Pemkot Bandung, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Kata Farhan, Pemkot Bandung ingin agar SPMB 2026 berlangsung lebih tertib, transparan, dan adil. Karena itu, pihaknya mengajukan perpanjangan waktu pendaftaran sekitar satu bulan, mulai 4 Mei hingga 13 Juli 2026.
“Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline sekitar satu bulan. Kami berharap proses seleksi berjalan optimal,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan, dalam penyelenggaraan SPMB 2026, Pemkot Bandung menerapkan kebijakan dua sif sekolah. Pembatasan sif diterapkan pada jenjang SD dan SMP agar proses belajar lebih efektif.
“Sistem tersebut membagi waktu belajar menjadi pagi dan siang sehingga distribusi siswa lebih merata dan ruang kelas digunakan optimal,” terangnya.
Penggunaan Hasil TKA
Sementara Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengungkapkan adanya unsur kebaruan dalam SPMB kali ini, yakni penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Hasil TKA tersebut akan digunakan sebagai bagian dari seleksi masuk sekolah negeri melalui jalur prestasi dengan porsi sebesar 30 persen. TKA untuk tingkat SMP telah dilaksanakan pada 6-16 April, sementara untuk tingkat SD berlangsung pada 20-30 April lalu.
Selain itu, Pemkot Bandung juga memberikan perhatian khusus bagi calon siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).
Asep mengimbau orang tua agar tidak memaksakan diri masuk ke sekolah negeri karena pemerintah akan menanggung biaya sekolah di swasta (gratis) bagi kelompok RMP yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 5. (haf)***











