ZONALITERASI.ID – Komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat rekognisi internasional dan jejaring akademik global terus diwujudkan melalui kiprah dosennya di berbagai forum internasional.
Dosen homebase Program Studi Akuntansi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ramadhani Irma Tripalupi, S.E., M.M., aktif menjadi speaker sekaligus terlibat dalam berbagai kolaborasi pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Korea Selatan sepanjang 2025–2026.
Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., didampingi Sekretaris Program Studi Fithri Dzikrayah, S.E., M.E., menjelaskan, keterlibatan dosen dalam forum internasional merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring global, meningkatkan visibilitas akademik, serta memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas negara.
“Program ini merupakan kolaborasi Komunitas Dosen Multidisipliner Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi lintas Negara. Dalam forum tersebut, para dosen dan akademisi berbagi wawasan mengenai penguatan pendidikan finansial di lingkungan sekolah,” katanya, Jumat, 22 Mei 2026.
Mia menuturkan, Ramadhani terlibat dalam kegiatan International Community Service Collaboration yang berlangsung di Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, pada 23 Desember 2025. Dalam kegiatan bertema “Global Collaboration for Sustainable Development: From Research to Community Impact” tersebut, dia dipercaya menjadi pembicara bersama akademisi dari berbagai negara.
Atas kontribusinya, Ramadhani menerima Certificate of Appreciation dari UniKL bersama Association of Lecturers for Inter-University Collaborative Partnership (DKLPT).
“Penghargaan ini menjadi bukti atas keterlibatannya sebagai speaker dalam program kolaborasi internasional yang menghadirkan akademisi dari berbagai Negara,” paparnya.
Sebelumnya, Ramadhani menjadi narasumber dalam agenda International Community Service Collaboration di Pulau Sabang, Aceh, pada 20–25 Juli 2025. Kegiatan bertajuk “Multidisciplinary Development: Scholars’ Synergy for Sabang’s Independence” itu menghadirkan para profesor dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Dalam forum bergengsi itu, sejumlah tokoh akademik turut hadir sebagai keynote speaker, di antaranya Prof. Dr. Ir. Dahlan Abdullah, S.T., M.Kom., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Abdul Halim Ali dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia, serta Dr. Fatahillah M. Syahrul dari UNISSA Brunei Darussalam.
Tak hanya aktif dalam kegiatan pengabdian internasional, Ramadhani tampil sebagai speaker pada International Community Service Collaboration bertema “Community Engagement Through Strengthening and Collaboration Among Multidisciplinary” yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam forum tersebut, Ramadhani mempresentasikan materi berjudul “Pelatihan dan Pendampingan Akuntansi terhadap Efektivitas Penerapan SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah)” yang membahas pentingnya penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan dan pendampingan akuntansi agar mampu menerapkan SAK EMKM secara efektif.
“Partisipasi aktif Dr. Ramadhani dalam berbagai forum internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperluas kolaborasi multidisipliner, memperkuat rekognisi internasional, serta menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara,” pungkas Mia. (des)***











