ZONALITERASI.ID – Pada 2026 ini, Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag) kembali diluncurkan. Kali ini, Kemenag menggandeng Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta membuka program Partnership Beasiswa Doktor (S3).
Program ini mengkonsolidasikan tiga universitas ternama di Yogyakarta yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan, program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kontribusi kajian keagamaan di tingkat internasional.
“Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal. Selain itu, turut mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner,” ujar Ruchman, di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Ruchman, program Partnership Beasiswa Doktor (S3) ini merupakan bagian dari Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri yang dirancang untuk mencetak peneliti yang mampu mengembangkan peran agama dalam menjawab isu-isu strategis seperti perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan.
Melalui pendekatan interdisipliner, peserta didorong menghasilkan riset orisinal dengan metodologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.
“Pendekatan yang digunakan dalam program ini dirancang untuk memperkuat perspektif keilmuan yang inklusif sekaligus kontekstual. Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal ke panggung global, terutama dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan solutif,” ungkap Ruchman.
“ICRS ini mengkonsolidasikan tiga kekuatan universitas ternama di Yogyakarta yaitu UGM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Para Pendaftar Beasiswa bisa kuliah di salah satu dari tiga kampus tersebut sebagai tempat studi setelah dinyatakan lulus seleksi BIB Kemenag,” imbuh Ruchman.
Pendaftar program ini dapat memilih salah satu dari tiga perguruan tinggi mitra, yaitu program doktor Inter-Religious Studies di Universitas Gadjah Mada, program doktor Islamic Thought and Muslim Societies di UIN Sunan Kalijaga, atau program doktor teologi di Universitas Kristen Duta Wacana.
Melalui skema ini, Kemenag berharap dapat memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan dalam melahirkan pemimpin intelektual yang mampu berkontribusi bagi transformasi sosial di tingkat nasional maupun global.
Pendaftaran program ini dibuka hingga 31 Mei 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, hingga daftar perguruan tinggi tujuan dapat diakses melalui portal resmi beasiswa di
https://beasiswa.kemenag.go.id dan https://www.icrs.or.id/.
Adapun untuk pendaftaran di https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/ .(haf)***











