ZONALITERASI.ID – Stefani Yolin Israel Kambu asal Papua mencatatkan prestasi sebagai wisudawan termuda program Sarjana pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026, di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jumat, 6 Februari 2026.
Steffani meraih gelar Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Unpad dalam usia 19 tahun 2 bulan.
“Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling menonjol di Fakultas Kedokteran Unpad, karena dikelilingi oleh banyak teman yang sangat berprestasi. Namun, hal itu justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya sebagai anak Papua pasti bisa,” ujar Stefani, dikutip dari laman Unpad, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sejak kelas 3 SMA, Stefani yang berasal dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan ini telah menargetkan Unpad, khususnya Fakultas Kedokteran, sebagai kampus impian. Kesempatan kemudian datang melalui program beasiswa kedokteran dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Asmat dengan Fakultas Kedokteran Unpad.
Meski demikian, Stefani tetap harus mengikuti dan lolos Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa.
“Puji Tuhan, saya akhirnya diterima di Stefani Unpad melalui jalur SMUP. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan,” ucap Stefani.
Stefani mengatakan, selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Unpad, dia belajar banyak dari teman-teman dan para dosen, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu sebagai kunci keberhasilan dalam menyelesaikan studi.
“Disiplin dalam mengatur waktu menjadi hal yang krusial di tengah padatnya jadwal dan tuntutan akademik,” ucapnya.
Stefani menambahkan, Unpad memberikan dukungan besar dalam proses pembelajaran, baik dari segi fasilitas maupun kualitas dosen.
Selain itu, keterlibatan dalam organisasi dan kepanitiaan turut membentuk kemampuan kepemimpinan dan soft skills yang penting bagi calon dokter.
“Untuk semua anak-anak Papua, jangan pernah takut bermimpi besar. Usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan bersama Tuhan, segala tantangan pasti bisa dilewati, meski kadang harus melalui air mata. Ingat, orang tua, keluarga, dan orang-orang tersayang kita sudah berjuang begitu keras untuk kita, maka mari kita berjuang juga demi melihat senyum di wajah mereka,” pesan Stefani. (des)***











