Resmikan Gedung Putih UIN Bandung, Menag: Imajinasi dan Inovasi Itu Penting

menag4gedung 1 1024x682 1
Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, meresmikan Gedung Putih UIN Sunan Gunung Djati, di Jalan Cimencrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu, 26 Juli 2023, (Foto: Humas UIN Bandung).

ZONALITERASI.ID – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, meresmikan Gedung Putih UIN Sunan Gunung Djati, di Jalan Cimencrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu, 26 Juli 2023.

Gedung Putih merupakan gedung baru untuk pusat pelayanan pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada kesempatan sama Menteri Agama meresmikan gedung dan sarana lainnya yaitu Gedung Kopertais, Gunung Djati Park, dan Sport Center.

Pada acara peresmian Gedong Putih ini, Gus Men, sapaan Yaqut Cholil Qoumas, juga melakukan pembinaan pegawai UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Gus Men menyampaikan rasa syukur UIN Sunan Gunung Djati Bandung bisa berkembang atas berbagai prestasi sivitas akademika.

“Saya ini terus terang memang belum ikhlas melepas Pak Mahmud (Rektor UIN Sunan Gunung Djati), karena saya mencintai beliau dari mata, maka saya tidak mau berpisah dengannya. Jadi kalau dengan hati tidak mungkin kita ini kerja profesional dan tidak bisa menggunakan hati kalau kerja-kerja profesional. Kalau sudah waktunya memang sudah waktunya, walau pun berat hati,” ujarnya.

Gus Men mengulas tag line UIN Sunan Gunung Djati yaitu team works, net-works, collaboration, dan innovation.

“Team works sama dengan doa, sama dengan harapan, akan menghasilkan banyak hal kalau dilakukan bersama-sama. Kekuatan team works ada pada individu-individu yang ada di dalamnya, dan kekuatan individu-individu yang di dalamnya ada pada team works. Jadi antara individu dan kerja bersama tidak bisa dipisahkan. Team adalah together everyone achieves more. Kerja bersama team akan menghasilkan banyak hal kalau masing-masing menyadari kekuatan dan kekuatan ini harus dikondisikan untuk kebersamaan. Kalau semuanya berpikir tentang dirinya masing-masing maka tidak akan pernah bisa membesarkan UIN Sunan Gunung Djati. Jadi harus bersama-sama dalam membesarkan,” papar Gus Men.

“Net-works itu seperti olah raga atau asupan gizi, kita tahu fungsinya, tahu manfaatnya tapi tidak pernah menjadikannya sebagai sokongan. Jaringan itu penting, kalau kita ketemu dengan orang yakinlah orang itu tahu apa yang kita tidak tahu sehingga kita perlu mengenal orang ini agar kita juga tahu apa yang kita tidak tahu. Kita selalu butuh orang lain jangan merasa besar hati dengan menganggap rendah orang lain sehingga kita tidak membutuhkan,” sambungnya.

Dia menuturkan, kalau mau melipatgandakan hasil team works dan net-works itu harus kolaborasi, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Memperbesar manfaat itu dengan kolaborasi, kalau tidak bisa kolaborasi jangan pernah berharap manfaat yang lebih besar.

Kemudian, lanjutnya, inovasi adalah bagaimana mengimajinasikan masa depan kemudian mengisi ruang-ruang kosong di antaranya.

“Jadi kalau kita tidak bisa mengimajinasikan UIN Sunan Gunung Djati setelah kepemimpinan Pak Mahmud ini seperti apa maka jangan pernah ada inovasi di kampus ini,” ucapnya.

Gus Men menambahkan, tidak ada kesempurnaan, kekurangan-kekurangan yang ada pasti masih dalam batas-batas yang ditolerir. Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., dengan keistimewaannya pasti ada kekurangan dan nanti ada yang melanjutkan.

“Tidak usah kekurangan-kekurangan ini dimunculkan-munculkan untuk menunjukkan bahwa saya terbaik. Cara menunjukkan prestasi itu dengan memacu diri sendiri tidak dengan cara merendahkan,” ujarnya.

“Tapi sejauh ini saya melihat Pak Mahmud sudah bekerja dengan keras dengan baik karena itu saya mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan UIN Sunan Gunung Djati ini mampu benar-benar menjadi center of excellence di seluruh perguruan tinggi negeri,” pungkas Gus Men.

Dirjen Pendis Kemenag, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, berharap kampus mencoba membangun dirinya tidak sekadar menjadi sebuah menara gading tetapi lebih mewujud menjadi mercusuar yang mampu menerangi dunia dan mampu menunjukkan arah bagi mereka yang tengah mencari peradaban.

“Sebuah perguruan tinggi dihuni oleh orang-orang yang bermartabat. Mereka memiliki keunggulan ilmu tetapi tidak boleh kemudian martabat ini melupakan kita untuk melayani umat secara komprehensif. Saya berharap kita bersama dapat turun ke masyarakat untuk memajukan masyarakat jangan pernah melihat dan menimbang bahwa itu adalah cara kita menurunkan martabat justru letak kemartabatan adalah ketika kita hadir memberikan solusi-solusi bagi masyarakat,” kata Prof. Ali Ramdhani.

Menurutnya, mustahil sebuah perguruan tinggi akan tumbuh dan berkembang apabila kebaikan-kebaikannya hanya ditaruh di dalam perpustakaan, hanya bergulat di dalam pemikiran di dalam kelas yang aksesnya terbatas pada masyarakat.

“Pada hari ini saya melanjutkan instruksi dari Gus Men bahwa setiap kita diwajibkan untuk mendiseminasikan, mensosialisasikan gagasan melalui seluruh media, baik media mainstream maupun media sosial. Jadi hari ini saya menginstruksikan pada seluruh dosen untuk memiliki akun Facebook, Instagram, dan Twitter. Dan ini adalah wajib,” tegas Prof. Ali Ramdhani.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Mahmud, yang akan habis masa jabatannya, mengucapkan terima kasih kepada Gus Men beserta jajaran.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gus Men beserta jajaran telah memberikan berbagai kebijakan, petunjuk, bimbingan, dan kepercayaan. Mohon maaf karena pasti saya ada keterbatasan. Bukan tidak ingin lebih hebat lagi tetapi apa yang telah kita upayakan secara maksimal maka Allah Swt pulalah yang memiliki takdir,” ungkapnya. (des)***

 

Respon (41)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *