Sosok Inspiratif dari ITB, Zahran Raih 2 Medali Internasional dan Siap-siap Ikut CoC 2025

685674a7ab171
Zahran Nizar Fadhlan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) siap berlaga di Clash of Champions (CoC) Ruangguru Season 2 2025, (Foto: Dok. CoC 2025).

ZONALITERASI.ID – Zahran Nizar Fadhlan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) siap berlaga di Clash of Champions (CoC) Ruangguru Season 2 2025. Tayangan CoC bakal digelar dalam waktu dekat. Zahran, masuk sebagai peserta COC Season 2 Batch 1.

CoC Ruangguru adalah sebuah serial web realitas permainan Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan rintisan pendidikan Ruangguru. Dalam acara ini, akan diadu kecerdasan dari puluhan mahasiswa universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri. Acara ini ditayangkan perdana melalui layanan streaming sejak 29 Juni 2024.

Keterlibatan Zahran dalam CoC Ruangguru Season 2 bukan hal aneh. Sebelumnya, mahasiswa Jurusan Teknik Dirgantara ITB yang memiliki IPK 3,94 ini beberapa kali bertanding di ajang olimpiade internasional. Ia dulu juga menjadi jawara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Selain itu Zahran meraih Medali Perunggu International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2023 dan Medali Perak International Physics Olympiad (IPhO) 2024.

Keduanya adalah olimpiade paling prestisius dan diakui banyak negara. Serta termasuk ajang yang diakui oleh Puspresnas.

Keikutsertaan Zahran mengikuti olimpiade internasional berawal dari pandemi Covid-19. Saat itu, ia lebih banyak mendekam diri di rumah dan melakukan pembelajaran jarak jauh di sekolahnya yakni di SMA Negeri 1 Padang.

Saat itu ia suka menonton tayangan video di YouTube mengenai Astronomi hingga Fisika. Namun siapa sangka, berkat keuletannya, ia jadi sering berlaga dan menjadi Absolute Winner pada OSN SMA/MA bidang Fisika tahun 2023.

Pada saat berlaga di OSN, dalam rentang dua tahun, Zahran juga diundang mengikuti Pembinaan dan Seleksi ajang internasional sebanyak tiga tahap yang difasilitasi oleh Pusat Prestasi Nasional. Kemudian tahun 2023, ia mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IOAA dan berhasil jadi wakil Indonesia.

Berlanjut di tahun 2024, ia kembali mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IPhO dan kembali berhasil jadi wakil Indonesia. Atas kerja kerasnya itu ia menggandeng prestasi gemilang dua tahun berturut-turut, yaitu Medali Perunggu IOAA 2023 di Chorzów, Polandia dan Medali Perak IPhO 2024 di Isfahan, Iran.

Capaian lainnya yang diperoleh Zahran yaitu, Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi jenjang SMA/MA tahun 2022, Medali Emas OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023, Absolute Winner OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023, dan Best Experiment OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023.

Dukungan Orangtua

Prestasi Zahran tak lepas dari dukungan kedua orangtuanya. Zahran merupakan putra dari pasangan Usmeldi dan Risda Amini yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP). Ia senantiasa mendapatkan dukungan dan doa yang mengalir dari kedua orang tuanya.

Kemampuan Zahran ini juga didukung ekosistem di sekolah, yang mendukung siswa untuk berprestasi. Dukungan guru, kepala sekolah, guru-guru SMA Negeri 1 Padang, serta teman-temannya turut berperan dalam perjalanan prestasi Zahran.

“Saya dan teman-teman sering ikut lomba bersama-sama dan kakak-kakak kelas selalu mengajari saya. Adik-adik kelas juga membuat saya sadar akan arti perjuangan,” tandas Zahran, dilansir dari laman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud, Selasa, 24 Juni 2025.

Zahran juga menyampaikan pesannya kepada teman-teman yang belum mendapatkan kesempatan meraih medali.

“OSN bukan segalanya. Walaupun kalian gagal dalam mendapatkan medali OSN, setidaknya kalian harus sukses dalam hidup kalian,” tutur Zahran.

Bagi Zahran, prestasi akademik hanyalah salah satu dari banyak jalan menuju kesuksesan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita terus berusaha dan tidak pernah menyerah dalam mencapai impian.

Suatu keberhasilan, kata Zahran, tercapai dengan adanya sikap konsisten dalam belajar. Kegigihannya tidak perlu diragukan lagi, setiap hari ia selalu konsisten melatih dirinya untuk belajar fisika dan mengerjakan latihan soal yang kompleks dan menantang. Melalui beragam latihan soal yang sifatnya sulit, Zahran menjadi terbiasa dan semakin matang dalam menghadapi soal-soal olimpiade.

“Saya lahir di Indonesia dan saya punya kewajiban untuk membanggakan nama Indonesia,” pesannya. (des)***