NEWS  

Spiker Bandung bjb Tandamata Nurlaili Kusumah Sedot Perhatian Pecinta Bola Voli

nur
Nurlaili Kusumah, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Pada Proliga terakhir yang digelar tahun 2020, beberapa pemain mampu mencuri perhatian. Satu di antaranya yaitu spiker muda Bandung bjb Tandamata, Nurlaili Kusumah.

Saat ini, Nurlaili menginjak usia 18 tahun. Kendati begitu, pebola voli keturunan Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis ini tetap mampu bersaing dan menembus skuat utama klubnya.

Pada Proliga 2019, dia kerap menjadi tumpuan tim Ibu Kota, Jakarta BNI Taplus. Sementara, pada edisi Proliga tahun lalu, Nurlaili tetap menjadi bintang di kasta tertinggi kompetisi bolla volly Tanah Air. Dia menjadi spiker andalan klub asal daerah kelahirannya, Bandung bjb Tandamata.

Kendati masih terbilang cukup belia, Nurlaili tak merasa canggung tampil bersama pemain yang sudah kaya pengalaman seperti Tri Retno Mutiara, Yolla Yulliana hingga Aprilia Manganang.

Selain itu, Nurlaili tak gentar menghadapi pemain asing yang berpostur tinggi. Tercatat, Nurlaili memiliki tinggi badan 169 cm.

Andil Nurlaili di tim Bandung bjb Tandamata pun begitu kentara. Klub asal Kota Kembang ini bercokol di papan atas klasemen Proliga 2020.

Kemauan Sendiri

Lahir dari pasangan Dandan Gunadi dan Irawati di Bandung, 23 November 2003, Nurlaili terjun ke dunia boal voli atas kemauannya sendiri. Ia mengaku, awalnya dirinya diminta oleh guru olahraganya untuk mengikuti ekstrakulikuler bola voli.

Lalu, melihat bakat yang dimilikinya akhirnya sang guru pun memintanya untuk masuk klub pembinaan khusus bola voli. Dengan begitu, bakatnya lebih terasah dan terarah.

Klub pertama yang dijadikan tempat berlatih Nurlaili yaitu Parahiyangan Bandung. Namun, karena ia merasa tidak bisa fokus latihan, kemudian ia memutuskan pindah ke klub Wahana Express Bandung.

Keputusannya pindah ke Wahana sangat tepat. Di tangan sang pelatih Risco Herlambang, bakat Nurlaili semakin terasah.

“Latihan di Wahana sangat berat sekali. Sempet ngeluh juga, soalnya latihannya full dari Senin sampe Sabtu. Pas awal-awal masuk sempet sakit karena belum terbiasa latihan keras. Ga sampe pingsan sih, paling sesek nafas sama lemes banget kalo udah latihan. Tapi ini udah jadi pilihan aku dan harus dipaksain kalo mau jadi pemain bagus,” kata Nurlaili.

Gemblengan keras dari pelatih membuahkan hasil manis. Pada 2018, Nurlaili akhirnya bisa mencicipi ketatnya persaingan Proliga 2018.

Ia mengaku sangat senang bisa bermain bersama dan melawan para idolanya yang dulu hanya ia bisa saksikan di layar kaca.

“Rasanya seneng banget, antara percaya gak percaya. Alhamdulillah gak sia-sia latihan berat yang selama ini aku jalanin akhirnya bisa tercapai cita-cita buat maen di Proliga dan maen sama idola-idola aku. Di Wahana ini aku diarahin lebih mendalami posisi open spiker. Sebelumnya, di posisi manapun aku selalu siap untuk main,” ujarnya.

Saat ditanya targetnya ke depan, Nurlali menuturkan, masih harus terus belajar dan memperbaiki kekurangan. Ia pun berharap masih bisa mengikuti ajang Proliga dan menjadi juara.

“Aku ingin suatu hari nanti bisa memperkuat Timnas untuk berlaga di event Internasional,” tandasnya. (dede suherlan/berbagai sumber)***