Unisba Wisuda 1.200 Lulusan, Prinsip Kesetaraan Bergaung di Kampus Perjuangan

971903682
Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari Bandung, pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari Bandung, pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026.

Wisuda di perguruan tinggi yang dijuluki Kampus Perjuangan ini dilaksanakan selama dua hari dalam tiga sesi, dengan dua sesi pada hari pertama dan satu sesi pada hari kedua.

Pada wisuda kali ini, dikukuhkan sebanyak 1.200 lulusan yang berasal dari jenjang Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., menegaskan komitmen Unisba sebagai kampus yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

“Kehadiran wisudawan non-Muslim dalam wisuda kali ini mencerminkan bahwa Unisba tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Keberagaman ini menegaskan jati diri Unisba sebagai Perguruan Tinggi Islam yang berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin,” tandas Prof. Nu’man, saat menyampaikan orasi di depan wisudawan.

“Unisba memberikan ruang yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa paksaan dalam hal keyakinan. Namun demikian, seluruh mahasiswa tetap mengikuti norma akademik yang berlaku, termasuk kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) selama tujuh semester serta dua program pesantren, yakni pesantren mahasiswa dan pesantren sarjana,” tambahnya.

Selanjutnya Prof. Nu’man menuturkan, lulusan Unisba diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan fisik yang seimbang.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan globalisasi, para lulusan dituntut untuk terus belajar, adaptif, dan inovatif agar tetap relevan serta kompetitif,” ucapnya.

Prof. Nu’man juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, loyalitas terhadap almamater, dan semangat kemandirian melalui penerapan prinsip 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menuturkan, kelahiran sarjana merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban bangsa.

“Para lulusan harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengingatkan para wisudawan agar siap menghadapi persaingan dunia kerja dan tantangan perkembangan teknologi.

Dia mendorong lulusan Unisba untuk bersikap adaptif, inovatif, serta terus mengembangkan kompetensi diri.

“Para lulusan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, sikap transformatif, kemampuan adaptasi, dan sikap realistis dalam menapaki karier serta pengabdian di masyarakat,” tuturnya.

Apresiasi untuk Lulusan Berprestasi

Sebagaimana wisuda sebelumnya, Unisba memberikan apresiasi kepada lulusan berprestasi, baik sebagai lulusan terbaik, tercepat, maupun termuda. Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik yang diraih.

Salah satu wisudawan yang mendapat apresiasi dari Unisba, yaitu Neysa Amalia Setiawan. Sarjana Ilmu Komunikasi ini dinobatkan sebagai lulusan tercepat. Dia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun, 1 bulan, dan 19 hari, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 (predikat pujian).

Neysa mengungkapkan, keberhasilan tersebut berawal dari perencanaan akademik yang matang sejak awal kuliah. Wisudawan yang berasal dari Kabupaten Cianjur ini aktif berkonsultasi dengan dosen wali untuk memaksimalkan pengambilan SKS.

“Dari awal semester saya sudah konsultasi dengan dosen wali supaya bisa maksimal ambil SKS. Saya juga rutin mengambil semester antara dan mencoba mengambil mata kuliah di atas ketika IPK mencukupi,” ujarnya. (des)***