Kini Ada Pokja BSAN di Daerah, Perkuat Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

WhatsApp Image 2026 06 03 at 10.59.10 1
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Daerah Mitra INOVASI sekaligus penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi, di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026, (Foto: Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Itu ditandai melalui penandatanganan komitmen bersama pembentukan Pokja BSAN di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra INOVASI.

Pokja ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta unsur terkait lainnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak.

“Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif,” ujar Mendikdasmen, saat peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Daerah Mitra INOVASI sekaligus penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi, di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Mendikdasmen, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun melalui penyediaan sarana fisik yang memadai, tetapi juga melalui lingkungan sosial yang sehat dan hubungan yang positif antarwarga sekolah.

Karena itu, kebijakan BSAN dirancang untuk melibatkan seluruh unsur pendidikan agar tercipta ekosistem sekolah yang mendukung proses belajar secara menyeluruh.

“Semuanya menjadi satu kesatuan sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, di mana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat kebijakan yang memastikan setiap anak merasa aman dan terlindungi di sekolah.

Melalui program INOVASI, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen telah mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah. Praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak sekolah.

“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah. Pemerintah Australia berkomitmen mendukung upaya ini, termasuk memperkuat sistem pendidikan, mendorong inklusivitas, dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi semua anak,” ujar Gita.

Sebagai informasi, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Daerah Mitra INOVASI, merupakan program Kemendikdasmen melalui Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) untuk memperkuat implementasi kebijakan di tingkat nasional maupun daerah guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada murid.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman BSAN. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam menciptakan satuan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, baik dari aspek fisik, sosial, maupun budaya sekolah. (des)***