Sumbangan Buku ke Komunitas Gada Membaca Berdatangan

WhatsApp Image 2026 07 30 at 14.25.58
Sumbangan buku dari masyarakat untuk menambah koleksi bahan bacaan di Komunitas Gada Membaca, terus berdatangan baik dari anggota Gada Membaca, donatur perorangan dan organisasi profesi, (Foto: Komunitas Gada Membaca).

ZONALITERASI.ID – Sumbangan buku dari masyarakat untuk menambah koleksi bahan bacaan di Komunitas Gada Membaca, terus berdatangan baik dari anggota Gada Membaca, donatur perorangan dan organisasi profesi.

Program sumbangan buku masyarakat ini dimulai sejak akhir Juni 2026 dengan mendapat sambutan baik para donatur, ada donatur yang membelikan 100 buku novel karya Tere Liye dan ada donatur yang membelikan buku rekomendasi relawan seperti; buku Ronggeng Dukuh Paruk, Psikologi of Money, Makanya Mikir!, Babel, dan As Long As The Lemon Trees Grow.

Donatur yang rajin mengirimkan buku adalah Kang Maman Suherman, penulis dan pegiat literasi, Kang Maman mengirimkan buku karyanya, buku wangsit UTBK SNBT, Al-Qur’an, dan buku lainnya.

Sumbangan buku juga ada dari Pengurus Daerah Ciamis, Banjar Pangandaran, Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang disampaikan langsung ketuanya Julistiawati, S.H..

Julistiawati menyerahkan bantuan buku layak baca dan mainan anak pada momentum ulang tahun Ikatan Notaris Indonesia ke 118.

“Kami menghibahkan buku ke Komunitas Gada Membaca untuk ikut serta mencerdaskan bangsa dengan semangat kebersamaan, agar masyarakat lebih cerdas dan untuk mainan anak harapannya agar anak-anak lebih kreatif tidak hanya melalui handphone karena bermain handphone kurang baik,” jelasnya.

Sementara anggota Gada Membaca, Vina Nupisa Tul Mubarokah asal Kecamatan Rajadesa, mengatakan, adanya buku-buku baru di Gada Membaca merupakan hal yang sangat baik karena membuat kami sebagai mahasiswa semakin tertarik untuk datang ke Gada Membaca untuk meminjam buku secara gratis. Dengan adanya sumbangan buku dari masyarakat, koleksi bukunya juga menjadi lebih beragam sehingga kami bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru, baik untuk pelajaran, hiburan maupun untuk menambah wawasan.”

Muhammad Rainaka Aghnia, relawan Gada Membaca, mahasiswa UNPAD, mengatakan, “Minggu lalu saya merekomendasikan buku Babel karya R.F. Kuang, dan Alhamdulillah buku yang diusulkan sekarang telah ada di Gada Membaca dan tentu saja saya menyampaikan terima kasih kepada orang baik atas bantuannya.”

Riki Mulyana, mahasiswa IPB yang sedang menyelesaikan skripsi, menuturkan, dirinya langsung membaca buku kiriman Kang Maman Suherman, Kami Bukan Sarjana Kertas karya J.S. Khairen.

“Buku itu berisikan kuliah itu tidak sebatas ilmu pengetahuan tetapi berkaitan dengan keinginan seseorang untuk merealisasikan cita-citanya. Buku ini sangat pas bagi saya pasca kuliah,” ucapnya.

Ghalib Anugrah, pengelola Komunitas Gada Membaca, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung dan menghadirkan buku yang diminati oleh masyarakat khususnya anak muda.

Komunitas Gada Membaca akan terus mengajak semua stakeholder untuk mensukseskan program Sumbangan Buku Masyarakat ini menjadi gerakan bersama, semuanya dapat terlibat secara aktif, sehingga ekosistem gerakan literasi dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Gusmun, relawan Komunitas Gada Membaca)***