ZONALITERASI.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi me-launching Kompetisi Santripreneur 2025, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Selasa, 8 Juli 2025.
Program ini ditujukan bagi santri tingkat akhir serta alumni pesantren yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan memulai.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi berbasis pesantren yang digerakkan oleh santri.
“Alhamdulillah kita kehadiran para santri dalam peluncuran ini. Ke depan, insya Allah akan ada banyak usaha yang dilakukan para santri. Santri memiliki kekuatan dalam tirakat, doanya kuat, dan usahanya pun berani. Ini adalah kekuatan di mana seseorang menjadi kuat secara mental dan spiritual kepada Allah SWT,” kata Prof. Noor Achmad, saat launching.
Ia menjelaskan, potensi kewirausahaan di pesantren sangat besar. Santri dapat menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari ayam potong, sayuran, hingga telur untuk menunjang sistem pangan nasional terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ke depan, BAZNAS memiliki cita-cita membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh desa yang akan terhubung dengan koperasi desa. Dengan begitu, para santri dan lulusan pesantren bisa berperan aktif membangun ekonomi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Hamdan Hamedan, turut mengapresiasi keberlanjutan program ini.
“Terima kasih kepada BAZNAS atas ikhtiar yang konsisten dan istiqomah dalam menghadirkan program-program nyata untuk penguatan ekonomi umat. Santripreneur adalah salah satu inisiatif mulia yang lahir dari semangat itu,” ucapnya.
Hamdan menyebut program ini sebagai ikhtiar kolektif untuk membentuk wajah baru perekonomian nasional, yang tumbuh dari pesantren, oleh santri, dan untuk Indonesia.
“Data terbaru menunjukkan ada 4 juta santri yang tersebar di ribuan pesantren. Ini bukan hanya angka, tapi kekuatan sosial dan ekonomi yang harus kita optimalkan bersama. Program ini juga sejalan dengan Astacita Pemerintah Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong kewirausahaan dan memperluas lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan, santri yang mengikuti program ini datang dari berbagai tingkatan, baik yang masih mondok maupun alumni, dengan tujuan menjadikan mereka pelaku usaha baru di ekosistem ekonomi nasional.
“Alhamdulillah sejak diluncurkan, kita sudah mendampingi 1.185 santri dari 948 pesantren di 176 kabupaten/kota di 26 provinsi. Kami berharap program ini semakin menjangkau daerah-daerah lain yang belum terlibat,” ujarnya.
Saidah menyampaikan, banyak santri yang mengalami kenaikan pendapatan signifikan, bahkan mulai mendekati batas nishab zakat.
“Kita harapkan mereka bisa terus tumbuh sampai pada standar nishab dan menjadi muzaki. Apa yang mereka lakukan bisa mengubah status mereka dari mustahik menjadi muzaki,” ungkapnya.
Saidah menjelaskan, untuk Santripreneur Kompetisi 2025, program akan dibagi ke dalam dua tahap dengan enam klaster usaha, yaitu: Tahap 1: Peternakan, Industri Kreatif (Konten Kreator), dan Travel Haji & Umrah; Tahap 2: Pertanian, Fashion, dan Barista.
Peserta akan melalui seleksi administrasi untuk menjaring 100 besar, dilanjutkan audisi hingga diperoleh 50 finalis. Mereka yang terpilih akan mengikuti bootcamp pelatihan wirausaha dan berhak mendapatkan Bantuan Modal Usaha Langsung sebesar Rp3 juta hingga Rp20 juta, serta pendampingan bisnis dari para pakar untuk memperkuat kapasitas mereka.
Saidah juga menyebutkan, ke depan BAZNAS akan memperkuat ekosistem usaha santri, terutama untuk mendukung distribusi dan daya pasok program MBG, termasuk melalui kerja sama dengan IPB dan koperasi lokal. (des)***
Sumber: BAZNAS





