ZONALITERASI.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya pembangunan kota yang bersih, tertata, indah, dan tetap berpijak pada budaya lokal dalam puncak perayaan Milangkala Tatar Sunda “Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda”, di Kota Bandung, Sabtu, 16 Mei 2026, malam.
Menurut KDM, sapaan Dedi Mulyadi, pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada gedung, pusat perbelanjaan, dan hotel, tetapi juga harus menghadirkan ruang seni dan kebudayaan yang memberi kenyamanan serta kebanggaan bagi masyarakat.
“Bandung henteu ukur dipinuhan ku gedong, mal, jeung hotel. Tapi, Bandung kudu dipinuhan ku karya-karya seni anu endah,” ujarnya.
KDM juga menekankan pentingnya penataan lingkungan perkotaan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan jalan, trotoar, saluran air, hingga penataan pedagang kaki lima.
“Seluruh wilayah di Jawa Barat harus menjadi daerah yang bersih, hijau, tertata, dan membahagiakan masyarakatnya,” tandasnya.
Selain menjadi perayaan budaya, KDM berharap, Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda menjadi momentum memperkuat identitas budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
“Lembur diurus, kota ditata. Sunda jaya di Nusantara, jaya di buana!” serunya.
Perayaan Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan menampilkan kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta berbagai kesenian Nusantara.
Ribuan masyarakat memenuhi sepanjang rute kegiatan untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya tersebut. (des)***











